Tengku Muktharuddin Ditahan

0
579
Mantan Bupati Anambas Tengku Muktharuddin saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri, kemarinf-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa Tengku Muktharuddin yang dituntut korupsi Rp 1,3 miliar dana apresiasi Pemkab Anambas di Bank Syariah Mandiri (BSM), Senin (26/3).

Di persidangan, Ketua Majelis Hakim Santonius Tambunan yang didampingi oleh Majelis Hakim Anggota Iriati Khoirul Ummah dan Yon Efri mengatakan, majelis hakim telah bermusyawarah untuk menggunakan haknya untuk melakukan penahanan selama 30 hari kedepannya.

”Kita perintahkan JPU untuk melakukan penahanan kepada terdakwa selama 30 hari ke depan sejak hari ini, 26 Maret 2018 sampai 26 April 2018,” katanya.

Baca Juga :  Makin Banyak Warga Sadar Manfaat JKN KIS

Pertimbangan dalam melakukan penahanan itu mengacu kepada pasal 26 ayat 1 tentang hukuman pidana 21 ayat 4. ”Perkara tersebut bisa dikenakan secara objektif,” sebutnya.

Selain itu dikarenakan, karena tidak ada putusan dokter untuk mengetahui kondisi terdakwa karena tidak bisa dihadirkan di persidangan. “Ada surat yang diajukan oleh PH-nya, nanti kita pelajari terlebih dahulu,” jelasnya.

Santonius menuturkan, agenda sidang mestinya sudah masuk pembacaan putusan. Tetapi berdasarkan musyawarah majelis hakim sepakat untuk menggunakan haknya untuk melakukam penahanan terhadap terdakwa.

Usai menyampaikan perintah penahanan terhadap terdakwa Tengku Muktharuddin, ketau majelis hakim Santonius menunda persidangan hingga Rabu (28/3) lusa, dengan agenda pembacaan putusan. “Kita tunda persidangan dengan agenda putusan pada Rabu (28/3) mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :  Dinas Bikin Inseminasi Buatan Ternak Sapi

Sebelumnya, mantan Bupati Kepulauan Anambas Tengku Muktharuddin, terdakwa dugaan korupsi penyalahgunaan Rp 1,3 miliar dana apresiasi Pemkab Anambas di Bank Syariah Mandiri (BSM) dituntut 1,5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Naex Hasibuan di Pengadilan Negeri (AKP) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Rabu(15/2).

Dipersidangan, JPU mengatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana menguntungkan dirinya pribadi dan orang lain sehingga menyebabkan kerugian negara sesuai dengan dakwaan subsider melanggar Pasal 3 juncto pasal 18 juncto Pasal 55 UU nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Meminta kepada Majelis Hakim untuk menuntut terdakwa dengan tuntutan 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara,” ujar JPU.

Baca Juga :  Lis Sambut Kedatangan Wisman Perdana

Selain itu kerugian negara, telah dikembalikan terdakwa bersama-sama dengan dua orang terdakwa lainnya telah dikembalikan, sehingga tidak dikenakan tuntutan untuk membayar uang pengganti. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here