Terancam Tergusur, Warga Baloi Kolam Demo

0
731
Demo: Warga Baloi Kolam, saat demo di bunfaran depan kantor bp Batam, kemarin.f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Ribuan warga Baloi Kolam, Batam mendatangi gedung Badan Pengusahaan (BP) Batam. Mereka membawa spanduk dan kertas karton bertulisan tuntutan warga. Setelah sempat orasi di hadapan aparat keamanan, Ditpam BP Batam aparat kepolisian, akhirnya perwakilan pedemo diterima pimpinan BP Batam. Mereka menolak keberadaan pihak perusahaan yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Pada aksi yang berlangsung, Senin (13/11) itu, para Ketua RT dan RW serta koordinator aksi, melakukan orasi dari atas mobil pikap, dengan pengeras suara.

Setelah orasi berjalan, pimpinan BP Batam yang diwakili Deputi bidang Pengusahaan Sarana dan Lainnya, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto, menerima warga.

Baca Juga :  Hemat, Telkomsel Hadirkan Internet Kuota Besar

Dalam dialog yang berjalan, warga meminta BP Batam mengevaluasi kembali pengalokasian lahan Baloi Kolam dan meminta agar dialokasikan bagi warga. Selain itu, meminta agar kegiatan penerima alokasi dihentikan sampai ada keputusan dari BP Batam.

Terkait dengan ini, BP Batam mengimbau kepada penerima alokasi lahan, untuk menghentikan sementara kegiatan di Baloi Kolam. BP Batam akan mengundang penerima alokasi lahan, untuk membicarakan solusi penyelesaian permasalahan di Baloi Kolam.

”BP akan melakukan pendataan warga Baloi Kolam dan akan mengambil langkah dalam penyelesaian, berpedoman pada aturan yang berlaku,” demikian notulen rapat yang dibacakan Koordinator aksi, Agung Widjaja.

Baca Juga :  Imigrasi Batam Lanjutkan E-Paspor

Dalam notulen rapat itu juga, disampaikan jika setiap pembahasan atas Baloi Kolam, selalu dimediasi BP Batam. Demikian, apa yang disampaikan Eko dan menjadi notulen rapat, dinilai warga masih normatif. Namun, bagi warga hal penting yang didapat dari pertemuan itu, terkait aktivitas yang dinilai mengganggu warga. Sementara Eko Budi menilai, permintaan warga akan mereka cari solusi. Di Baloi Kolam, disebut Eko, ada 11 perusahaan yang mengaku berhak atas lahan disana, karena mendapat alokasi lahan dari BP.

Eko juga mengimbau warga untuk tidak demo lagi. Diminta agar warga memilih dialog dan pihaknya akan membantu mencari solusi. Bahkan Eko mengaku siap untuk menemui warga di lokasi (Baloi Kolam). ”Kita cari solusi. Seperti membangun rusun di lokasi yang sama dan perusahaan yang punya kemampuan, bisa menyerap pekerja dari sana,” imbuhnya.

Baca Juga :  Investor Lari Tinggalkan 54 Karyawan

Usai menemui pimpinan BP dan mendapat notulen rapat, warga kemudian bergerak menuju gedung DPRD Batam. Mereka kemudian ditemui Ketua DPRD Batam, Nuryanto serta anggota dewan lain. Diantaranya terlihat Budi Mardianto, Tumbur M Sihaloho, Sukaryo, Jurado Siburian dan lainnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here