Terbesar, Kasus Kekerasan Terhadap Anak

0
587
Misni

TANJUNGPINANG – MASALAH sosial penelantaran pada anak seperti pengamen dan peminta di traffic light masih terjadi di kawasan Bintan Centre, Tanjungpinang. Secara umum di wilayah Kepri, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepri telah mencatat terdapat 248 kasus terhadap anak, selama tahun 2017.

”Masalah sosial anak ini yang menjadi perhatian kita,” kata Misni Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi, saat memberikan keterangan di Tanjungpinang, baru-baru ini.

Misni mengatakan, dari 248 kasus terhadap anak itu, 95 kasus merupakan kekerasan seksual terhadap anak, 47 kasus pencurian, 37 kasus kekerasan fisik, dan sisanya kasus penelantaran dan trafficking terhadap anak. ”Kasus penelantaran anak memang kecil. Yang besar itu, 38 persen dari kasus yang terjadi merupakan kasus kekerasan seksual terhadap anak,” ungkapnya.

Disampaikan Misni, kasus-kasus tersebut sebenarnya telah ditangani, dan mendapat pelayanan di P2TP2A, PPA dan KPPAD. Baik tingkat Provinsi Kepri maupun tingkat kabupaten/kota. Itu artinya, Pemprov Kepri telah berupaya untuk menanggulangi dan melakukan beberapa langkah, seperti melakukan penguatan terhadap pendidikan dan keluarga. Serta penguatan dan pembentukan PATBM di kabupaten/kota.

”Untuk di Kepri telah terbentuk 31 di desa dan kelurahan, penguatan desa bebas kekerasan itu. Dan di Kepri, telah ada 25 desa/kelurahan yang telah ditetapkan,” ungkap Misni.

Kemudian, Pemprov juga membentuk penguatan forum anak, serta upaya kampanye bersama cetak perkawinan anak. ”Upaya lain, kita lakukan pengendalian izin warnet,” tutupnya. (SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here