Terdakwa Sebut Pipet Sabu-sabu dan Timbangan untuk Koleksi

0
28
Terdakwa Untung mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Untung alias Ahwa, terdakwa pidana narkotika mencoba membuat majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang tertawa dan merasa dipermainkan.

Saat dicecar pertanyaan, terdakwa mengaku barang bukti pipet kaca dan timbangan digital yang diamankan darinya disebut sebagai barang koleksi. Padahal, pipet itu untuk alat untuk memakai sabu-sabu. Sedangkan timbangan untuk mengukur berat narkoba yang akan dijual.

Tidak hanya, keterangan yang tidak masuk akan juga, dituangkan oleh terdakwa Untung bahwa barang bukti timbangan digital digunakan untuk menimbang batu.

Hal ini diungkapkan terdakwa Untung pada persidangan dengan agenda mendengarkan keteranganya di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (9/4) sore. ”Pipet kaca itu koleksi yang mulia, tidak pernah saya gunakan,” kata Untung.

Mendengar itu, Santonius Tambunan Ketua Majelis Hakim, tidak percaya dengan keterangan terdakwa Untung. Hakim menilai jika koleksi pipet kaca itu hanya ada satu. Seharusnya kalau koleksi ada banyak dan pajang dirumah dan dirawat.

”Kalau memang koleksi, seharusnya dari kemarin – kemarin kamu perlihatkan di persidangan koleksi kamu ini. Ini kok cuma satu,” sebutnya.

Begitu juga dengan timbangan batu akik kalau memang timbangan ini untuk nimbang batu. Terdakwa bisa memperlihatkan batu-batu koleksi kamu di persidangan.

Dari pengakuan terdakwa Untung, dirinya mengaku menggunakan sabu-sabu sudah selama 10 bulan atau sebanyak 10 kali dalam waktu itu. Selama menggunakan sabu kebanyakan untuk menggunakannya di bengkel terdakwa Hendra.

”Jarang saya menggunakan sabu, cuma 10 kali selama 10 bulan. Tes urine juga positif mengandung metamfetamin,” jelasnya.

Selanjutnya, Untung mengaku setiap menggunakan sabu, yang mempersiapkan alat-alat untuk sabu adakah terdakwa Hendra. Sehingga terdakwa Untung datang ke bengkel terdakwa Hendra tinggal menggunakan saja.

Mendengar itu, persidangan dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan terdakwa Hendra.

Persidangan yang diketuai oleh Ketua Majelis Hakim Santonius Tambunan didampingi oleh Majelis Hakim Anggota Monalisa Siagian dan Acep Sopian Sauri menunda persidangan selama dua pekan. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here