Terlibat Narkoba, Langsung Dipecat

0
875
BAJU dinas Prada Rico dilepas dan diganti batik karena dipecat tidak terhormat, Kamis (7/6). f-raymon/tanjungpinang pos

Aturan Keras di Satuan Pangkalan Udara RHF Tanjungpinang

Indonesia telah darurat narkoba. Karena itu, semua pihak diminta sama-sama memberantasnya. TNI-Polri selaku aparat keamanan pun memberlakukan disiplin keras bagi anggotanya yang terlihat narkoba. Tidak ada ampunan.

TANJUNGPINANG – APABILA ada anggota yang ketahuan mengonsumsi narkoba, tidak dilindungi. Namun pemecatan yang terjadi. Sebagai contoh di tubuh Polri, ketika ada perwiran dan anak buahnya main main-main dengan barang bukti narkoba di Polres Bintan, langsung dipenjarakan dan sidang hingga vonisnya juga sangat berat.

Begitu juga dengan TNI, pemecatan menjadi hukuman berat bagi yang terlibat narkoba. Seperti yang dialami Prada Rico Juliansyah anggota Pangkalan Udara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.

Kamis (7/6) kemarin, ia dipecat secara tidak hormat atau Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH). Upacara pelepasan baju dinas dilakukan di lapangan upacara Lanud Raja Haji Fisabilillah.

Komandan Pangkalan Udara Raja Haji Fisabilillah Kolonel Pnb M. Dadan Gunawan mengatakan, pemberhentian dengan tidak hormat ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Komandan Pangkalan TNI AU Raja Haji Fisabilillah nomor : Kep/28/VI/2018 tanggal 6 Juni 2018 atas nama Prada Rico Juliansyah, Tamtama Elektronika Ruops Lanud Raja Haji Fisabilillah. ”Anggota militer ini diberhentikan secara tidak hormat karena melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika,” katanya.

Prosesi pemberhentian secara tidak hormat dilaksanakan dengan pelepasan pakaian dinas harian yang diganti dengan pakaian batik. Sejak pelepasan baju dinas tersebut, Prada Rico secara resmi bukan anggota TNI AU dan berstatus menjadi masyarakat sipil.

Ia melanjutkan, pemecatan tersebut merupakan bukti nyata dan komitmen yang tegas dari TNI Angkatan Udara dalam menindak segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh setiap prajurit guna menegakkan disiplin, tata tertib dan hukum di lingkungan TNI Angkatan Udara.

”Pemecatan ini sangat disayayangkan, mengingat personel memerlukan waktu yang panjang dan dana yang tidak sedikit. Namun hal tersebut bukan suatu alasan untuk melindungi personel yang melakukan pelanggaran disiplin maupun pelanggaran pidana,” sebutnya.

Danlanud dengan tegas menyatakan, tidak segan-segan untuk menindak serta memproses anggota yang terlibat dengan penyalahgunaan narkoba. Penegakan hukum di lingkungan TNI Angkatan Udara akan terus dilaksanakan tanpa pandang bulu.

Kepada setiap anggota untuk selalu memperhatikan anggotanya masing-masing agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif yang berakibat buruk bagi diri sendiri, orang lain, dan instansi TNI Angkatan Udara.

”Hal tersebut agar dapat dijadikan contoh dan cermin yang tidak baik bagi anggota yang lain, agar tidak melakukan tindakan negatif yang melanggar disiplin maupun pelanggar pidana yang mengakibatkan dikeluarkan dari Dinas Militer,” ujarnya.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here