Terminum Air Keras, Kartu BPJS Tak Berlaku

0
992
TERBARING: Jamal saat terbaring diruang pengobatan di puskesmas, Kecamatan Jemaja karena meminum air aki.F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – SEORANG warga Desa Rewak Kecamatan, Jemaja bernama Jamal dilarikan ke puskesmas akibat meminum air keras yakni cairan aki. Beruntung ia cepat dilarikan ke Puskemas, dan kini ia masih dalam proses pengobatan oleh pihak puskesmas. Ketika sedang di rawat, Jamal mengatakan, ia tidak sengaja meminum air keras ketika usai mengisi air keras ke dalam tangki sepeda motornya.

”Sisa dari air itu saya masukan kedalam gelas. Beberapa waktu kemudian, saya sedang membenarkan sesuatu di dalam rumah dan terasa haus. Tanpa disadari saya minum air di dalam itu,” ujar Jamal, Minggu (18/6). Setelah meminum air itu, Jamal pun langsung merasa kesakitan, penglihatannya kabur hingga akhirnya ia pingsan.

Baca Juga :  Haris Siapkan Nama Pejabat untuk Dimutasi

”Saya sudah tak sadarkan diri, hingga dibawa ke puskesmas ini,” ucapnya. Sebelumnya, muncul dugaan ia akan mengakhiri hidupnya dengan meminum air aki tersebut. Ia pun membatah, tidak ada niatnya untuk mengakhiri hidup dengan sengaja meminum air aki.

”Itu tidak benar, saya tidak bermaksud bunuh diri. Itu memang kelalaian saya,” tegasnya. Ia juga berharap, pemerintah daerah (Pemda) agar dapat memberi bantuan biaya pengobatan. Pasalnya, sebab kartu keanggotaan BPJS yang dimilikinya tidak berlaku di Puskesmas padahal keluarganya tergolong masyarakat tidak mampu.

Ia menjelaskan, tidak mengerti mengapa kartu BPJS yang dimilikinya tidak aktif. Sebab, saat pendataan yang dilakukan oleh pemerintah desa menyatakan bahwa dirinya termasuk masyarakat yang ditanggung oleh pemda untuk angunan BPJS.

Baca Juga :  Warga Sulit Jual Hasil Kebunnya

Namun, pada kenyataannya hal itu tidak berlaku di puskesmas tempat ia berobat. Jika harus dilakukan pembayaran setiap bulannya sesuai aturan BPJS, Jamal mengaku tidak mampu membayarnya. Ia menyebutkan, bukan dirinya saja mengalami hal tersebut, namun masih banyak warga Jemaja lainnya yang bermasalah dengan kartu BPJS.

Ironisnya, pihak puskesmas menerima pasien namun harus menanggung biaya pengobatan serta perawatan akibat kartu BPJS tidak aktif. Jamal yang sehari-hari bekerja buruh bangunan, merasa bingung dengan kejadian tersebut. Sehingga, ia tidak mampu untuk membayar tagihan pengoibatan di puskesmas.

Baca Juga :  Kepala OPD Tak Boleh Nginap di Hotel

”Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bagi keluarga, saya terpaksa menggadaikan surat tanah kepihak bank. Bagaimana mau membayar iuran BPJS,” ungkapnya. Jika memang pemda tidak mampu membayarkan iuran kartu BPJS kenapa harus meminta data. ”Jangan kami ini warga miskin, pemda jangan memainkan kami dengan memberikan bantuan yang nyata-nyata tidak jelas realisasinya,” tegasnya.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here