Ternyata Dia Anak Artis Malaysia

0
1064
MAIN MUSIK: Abdul Azis saat memainkan arkodion. f-yoan/tanjungpinang pos

Abdul Aziz Sang Master Arkodion Bintan

Nama Ahmad Chass Barra atau lebih dikenali sebagai Ahmad C.B mungkin terdengar agak asing di telinga anak muda era kekinian, tapi nama tersebut cukup agung di era kejayaannya.

TANJUNGPINANG – Ahmad C.B merupakan seorang penyanyi Melayu era 60-an/70-an yang sering mendendangkan lagu-lagu bersama Saloma, tentu darah yang mengalir di nadinya berasal dari Indonesia.Ternyata anak artis yang hits di zaman itu kini menjadi master Arkodeon di tanah Bintan. Beliau (Ahmad C.B, Red) terkenal dengan lagu Cincin Belah Rotan itu sudah lama menjadi warga negara tetangga Malaysia.

Namun siapa yang menyangka, garis keturunannya adalah maestro musik di Kota Tanjungpinang yang masih hidup hingga sekarang. Darahnya Melayu Deli yang hijrah ke Tanjungpinang tahun 1989 silam. Kepiawaiannya di belantara musik tradisi Melayu sudah tidak bisa dibantahkan, sayangnya hanya segelintir orang yang menghargainya.

Baca Juga :  Besok, Pendaftaran CPNS Dimulai

Tanjungpinang Pos berkesempatan berkunjung ke kediaman Abdul Aziz di Batu 20. Tubuh rentanya sudah cukup menggambarkan tentang seberapa lama dia bersentuhan dengan musik tradisi Melayu, terutama arkodion. Ya, arkodion jenis diantonis dari khas Eropa tersebut sudah jinak di tangan orang yang selalu disapa Tok Aziz. Bagaimana tidak, sejak usianya menginjak 13 tahun, jemari tangannya sudah berkenalan dengan arkodion melalui kelompok musik Melayu Medan.

”Insya Allah, selagi nyawa masih dikandung badan, atok akan curahkan hidup ini untuk berkesenian,” ujarnya mantap. Bahkan, dirinya dengan senang hati untuk duduk sepanggung bersama generasi yang entah seberapa jauh levelnya dengan Tok Aziz ini.

Baca Juga :  Defisit, Program PIK 2020 Tetap Berlanjut

”Tua dan muda tak jadi soal, sebab seni itu tak mengenal usia. kenapa mesti malu jika harus bersanding dengan pemusik muda,” kata dia. Darah mendiang ayahnya begitu deras mengalir di celah nadi Tok Aziz, hanya saja nasib berkata berbeda. Jika nama Ahmad C.B begitu melejit di Malaysia sebagai artis papan atas era 70-an, tidaklah demikian dengan Tok Aziz yang hanya eksis dari panggung ke panggung sederhana.

”Artis atau bukan juga tidak masalah, yang penting itu, bagaimana cara kita berkhidmad dengan seni, sisanya biarlah alam yang menilai,” ungkapnya dengan luhur.
Hingga detik ini, tidak ada profesi lain yang digeluti seorang Abdul Aziz. dia bukanlah pensiunan pegawai atau bos di sebuah perusahaan, melainkan peracik melodi dan nada yang dihasilkan jemarinya melalui tuts Arkodion.(YOAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here