Ternyata Izin Imigrasi Tak Kelar

0
853
Berfoto:Turis Tiongkok berfoto berlatar belakang ornamen Gedung Gonggongf-andri/tanjungpinang Pos

Saat Pesawat Hendak Jemput Turis Tiongkok

Dunia wisata Tanjungpinang sempat bergairah dengan masuknya maskapai Citilink Indonesia kerja sama dengan agen travel di beberapa kota di Tiongkok.

TANJUNGPINANG – SEJAK tahun lalu, turis Tiongkok sudah mulai masuk ke Tanjungpinang dengan pesawat carteran Citilink. Agenda masuknya turis ini ke Tanjungpinang dilakukan bertahap. Hingga Januari 2017, jumlah turis Tiongkok yang masuk ke Tanjungpinang sekitar 533 orang dan rencananya berlanjut Juli ini. Hanya saja, saat pesawat Citylink hendak berangkat ke Tiongkok dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Rabu (12/7) pagi kemarin, tidak diizinkan.

Citylink Boing A320 ini tiba Bandara Internasional RHF Tanjungpinang, Selasa (11/7) sore. Maskapai tersebut rencana akan terbang ke Tiongkok untuk menjemput turis, Rabu (12/7) pagi. Namun karena masalah izin Imigrasi, sehingga pesawat carteran ke salah satu Provinsi di Tiongkok itu tak diizinkan melayani penerbangan.

Dihubungi wartawan koran ini, General Manager (GM) Bandara Internasional RHF Tanjungpinang Yogi Prasetyo Suwandi, menuturkan pesawat dengan nomor penerbangan A320 itu harusnya hari ini sudah mulai terbang ke salah satu airport di Tiongkok untuk mengangkut turis carteran dari sana. Ada lebih kurang 20 atau 30 penerbangan ke Tiongkok periode Juli sampai Agustus nanti.

Baca Juga :  Untuk Warga, Harus Bergerak Cepat

”Mungkin sampai dengan saat ini statusnya masih postpone flight, karena Imigrasinya belum ada izin, kemungkinan ditunda atau batal,” jelas Yogi kepada Tanjungpinang Pos. Sebetulnya, lanjut Yogi, melihat kejadian seperti itu sangat disayangkan. Untuk Citylink itu satu kali angkut bisa 180 penumpang dibawa. Jadi kalau sampai 20 kali atau 30 kali penerbangan ke Tanjungpinang, bisa dihitung berapa banyak in come yang masuk ke Tanjungpinang dan Pulau Bintan.

”Penerbangan inikan ekstra flight, penerbangan carter. Jadi penumpangnya jelas, siapa yang berangkat dari pihak kami juga sudah memastikan yang datang dan pulang itu sama,” tambahnya meyakinkan.

”Rencananya hari ini sudah harus berangkat ke Cina. Cuman, tak jadi berangkat karena izin Imigrasi gak keluar. Bandara itu kan tugasnya menyedikan fasilitas, kalau orang masuk itukan tanggung jawab Imigrasi,” ucapnya. Kalau pihak Imigrasi belum mengizinkan, pihaknya belum berani untuk memberikan izin terbang. Yogi pun berharap, persoalan ini supaya cepat teratasi oleh Pemerintah provinsi.

Ia meminta Gubernur supaya cepat berkoordinasi, karena sangat disayangkan. Ditambah lagi, tingkat perekonomian Kepri saat ini masih butuh dorongan bersama. Di tempat terpisah, Kepala Bidang Imgrasi KemenkumHAM Kepri Rustarto, menyampaikan bahwa masalahnya karena belum ada keluar izin dari Dirjen Imigrasi KemenkumHAM RI.

Baca Juga :  Tiga Kementerian Petakan Pengembangan Pulau Bintan

”Kita masih menunggu surat Dirjenim karena kemarin kunjungan ke Kepri dan hari ini beliau baru masuk ke kantor,” tambahnya singkat via ponselnya. Rencananya, mulai Desember 2016 hingga 2017 ini, akan ada sekitar 7.000 an turis Tiongkok masuk ke Tanjungpinang. Para turis ini agendanya di Tanjungpinang, Bintan dan Singapura. Setidaknya, para turis ini akan meninggalkan banyak uang di Pulau Bintan ini. Pihak maskapai sangat menyesali terjadi kejadian seperti ini.

Batam-Tiongkok Mulai Hari Ini
Penerbangan ke Tiongkok, dalam mendukung dunia pariwisata dimulai dari Batam. Penerbangan akan berjalan selama delapan kali hingga September 2017 diawali, Kamis (13/7). Dimana, wisman dari Tiongkok yang datang dengan delapan penerbangan itu, sebanyak 1.700 orang. Jumlah wisman itu diketahui karena menggunakan jasa travel.

Sebagaimana disampaikan Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam, Ardiwinata, Rabu (12/7) di Batam, penerbangan pertama akan mengangkut 212 wisman asal Tiongkok. Mereka akan tiba di Batam dengan menggunakan pesawat Lion Air, Boing 747.

”Mereka akan di Batam selama 2 hari 3 malam. Mereka akan berkunjung ke Jembatan Barelang, ke Turi Beach dan Kelenteng di Winsor. Setelah itu ke Singapura dan Johor,” kata Ardi. Wisman yang akan tiba dari Tiongkok itu berbagai latar belakang profesi, karena menggunakan paket wisata yang ditawarkan travel di negara tirai bambu itu.

Baca Juga :  Parliamentary Threshold 4 % Tak Berlaku untuk DPRD

”Saat mereka tiba besok, akan disambut tarian persembahan. Dikasi suvenir juga di pintu kedatangan bandara,” beber Ardi. Diakuinya, penerbangan itu masih termasuk penerbangan ujicoba dengan paket wisata. Kemudian, penerbangan selanjutnya direncanakan pada Desember 2017 dan tahun 2018, saat Imlek.

”Kalau bagus, berpotensi dipermanenkan. Tapi sementara masih ujicoba dulu untuk wisman dari tiongkok,” imbuh Ardi. Sebelumnya, Kadis Parawisata dan Kebudayaan Kota Batam, Pebrialin mengungkapkan, pesawat pertama sampai di Batam 13 Juli, subuh. Wisman itu berasal dari satu provinsi di Tiongkok, dengan ikut paket travel, Eko Indo Travel.

”Sore mereka akan ke Singapura, lanjut ke Kuala Lumpur dan Malaka. Rombongan menginap satu malam di Malaysia. Besoknya baru kembali ke Batam,” bebernya.(SUHARDI-MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here