Terpana di Taman Botanic Warisan Dunia

0
154
Rombongan PKBM FCA Tanjungpinang berkunjung ke Jurong Brid Park, Singapura. F-ISTIMEWA

Puluhan Siswa FCA Tanjungpinang Tur Pendidikan ke Singapura

Menambah wawasan siswanya, pihak PKBM Fawnridge Chritian Academy (FCA) Tanjungpinang membawa siswanya tur pendidikan ke Singapura, Senin (18/3) sampai Selasa (19/3) siang.

SINGAPURA – Riuh dan keceriaan terlihat dari wajah peserta rombongan tur pendidikan FCA Tanjungpinang mengunjungi berbagai tempat di Negeri Singa Laut itu.

Salah satunya pergi ke Taman Botanic yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO, Selasa (19/3) pagi.

Taman ini resmi tergabung dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada 4 Juli 2015 lalu. Inilah pertama kalinya situs di Singapura mendapat penghargaan dari UNESCO.

Peserta tur pendidikan yaitu 25 siswa yang terdiri dari Kelas I sampai Kelas IV SD serta Taman Kanak-kanak (TK) kecil dan besar FCA Tanjungpinang.

Mereka didampingi 19 orang yang terdiri para orangtua dan guru serta Pembina Yayasan Petra Karismasatya, Fentje Palit.

Rombongan bisa berpadu dengan alam di taman sembari menikmati udara segar dari pohon-pohon rindang dan hijau yang terpelihara.

Taman Botanic terletak di sisi tengah bagian barat Singapura. Terdapat ribuan koleksi anggrek di tempat seluas tiga hektare ini. Bahkan, beberapa spesies anggrek langka diberi nama menggunakan nama tokoh penting negara tersebut.

Di lokasi ini terdapat tiga danau dengan konsep berbeda, yaitu Symphony Lake, Eco Lake dan Swan Lake.

Sebelum ke situ, rombongan terlebih dahulu berkunjung ke Jurung Bird Park dan Night Safari.

Rombongan bertolak dari Tanjungpinang pukul 07.00 WIB dan sampai di Pelabuhan Tanah Merah, Singapura pukul 10.00 waktu setempat, Senin (18/3).

Rombongan menggunakan bus menuju Jurong Bird Park yang merupakan taman burung terbesar di Singapura. Taman ini memiliki koleksi burung hingga 5.000 ekor dari 380 spesies.

Lokasinya berada di dekat perbatasan antara Singapura dan Malaysia. Tepatnya satu kompleks dengan Singapore Zoo di Jalan Mandai Lake No.80.

Taman ini didesain dengan pemandangan hijau dengan banyak pepohonan. Pemandangan makin indah ketika pohon-pohon itu dihinggapi burung yang berwarna-warni.

Kicauan burung saling bersahutan yang menambah suasana alam yang benar-benar natural.

Taman burung ini memberikan kesempatan bagi siswa meningkatkan pemahaman mengenai dunia burung. Koleksi burung yang menggemaskan seperti Rangkong, Flamingo hingga Penguin ada di sana.

Suasana riang diantara sesama siswa terdengar saat melihat berbagai jenis burung dengan gerak dan suaranya masing-masing. Mereka membaca satu per satu pamplet yang berisi berbagai keterangan-keterangan saat melintas menggunakan trem atau kendaraan terbuka bagi pengunjung.

”Kita naik trem. Jalan kaki sebenarnya bisa, tetapi anak-anak nantinya akan letih,” ujar Fentje Palit yang memimpin rombongan.

Usai dari Jurong Bird Park, mereka menuju Hotel Nostalgia yang terletak di Tiong Bahru Road, Chinatown. Di sana, mereka merayakan ulang tahun, Evelyn salah satu siswa FCA yang ikut tur.

Setelah itu, rombongan mengunjungi Night Safari di Singapura yang merupakan kebun binatang pertama di dunia yang khusus menampilkan hewan nokturnal.

Sekedar diketahui, hewan nokturnal adalah hewan yang tidur pada siang hari, dan aktif pada malam hari.

Aktivitas yang merupakan kebalikan dari perilaku manusia. Hewan nokturnal umumnya memiliki kemampuan pendengaran dan penciuman serta penglihatan yang tajam

Tempat wisata edukatif ini telah dinobatkan sebagai Best Attraction oleh Singapore Tourism Board selama 12 tahun berturut-turut.

Para siswa dan rombongan pun tiba di lokasi sebelum pertunjukan beberapa hewan dimulai pukul 19.15 waktu setempat. Sama seperti di Jurong Bird Park, rombongan juga berkeliling menggunakan trem yang memiliki pemandu sembari menjelaskan jenis setiap hewan yang dilalui di tiap zona.

Pengunjung tetap merasa aman meski pun melintasi beberapa satwa-satwa liar seperti singa, harimau dan lainnya. Sebab, jalur yang dilalui dipisahkan dengan kolam berisi air dan dilengkapi dengan kawat beraliran listrik.

Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 19.30-00.00 waktu setempat. Lokasi kali ini juga ramai dikunjungi karena bersamaan dengan libur pertengahan semester siswa.

Kepala SD dan SMP FCA Tanjungpinang, David Hutagalung menuturkan, kini siswa FCA libur seminggu usai mengambil rapor pertengahan semester tahun ajaran 2018/2019. Mereka kembali beraktivfitas, Senin (25/3) mendatang.

Kegiatan tur pendidikan sebelumnya juga dilakukan siswa Kelas V dan XII yang melakukan perjalanan ke beberapa warisan dunia di Yogyakarta.

Sepanjang perjalanan pulang ke Tanjungpinang, para siswa kembali menceritakan tentang apa saja yang dilihatnya di Singapura. Tur ini telah menambah pengetahuan bagi siswa selain refreshing.

Fentje Palit di sela-sela tur juga memberikan masukan kepada orangtua siswa, bahwa penting meninggalkan warisan terbaik bagi siswa.

“Bisa saja harta kalau punya, tetapi yang paling penting yaitu pendidikan terbaik maupun karakter,” ucapnya.

“Didik anak-anak kita dengan benar, mengingatkan perkembangan zaman sekarang. Semua hal bisa diakses melalui internet maka tugas kita sebagai orangtua beserta sekolah mengawasi pertumbuhannya agar benar,” ucapnya lagi.

Ia berpesan kemana pun pergi membawa anak, tetap selipkan ilmu pengetahuan dari lokasi itu. Apakah sejarah atau nilai-nilai lainnya.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here