Terpingkal-pingkal hingga Main Bola Pakai Daster

0
427
PANCO: Ela, karyawan Tanjungpinang Pos ikut berlomba panco dengan seorang istri karyawan. f-suhardi/tanjungpinang pos

Keceriaan Karyawan Tanjungpinang Pos di Family Gathering

Rasa lelah seketika hilang ketika menginjakkan kaki di Pantai Serumpun Padi Emas Resort Trikora Bintan, Sabtu (14/10) pagi.

BINTAN – PAGI itu seluruh karyawan bersama keluarga turut serta datang ke pantai berpasir putih itu. Ya, kami menggelar family gathering ulang tahun Tanjungpinang Pos ke-8 di sana.

Anak-anak karyawan seakan tak sabar lagi ingin melompat ke laut untuk berenang. Laut biru dan bersih benar-benar menggoda mereka untuk mandi. Apalagi, di sana banyak juga turis yang mandi-mandi di laut.

Nyiur melambai, sejuknya angin laut dan bersihnya resort tersebut makin menambah kenyamanan karyawan. Di sanalah kami berkumpul dan tertawa bersama. Inilah momen sekali setahun yang kami tunggu-tunggu.

General Manager (GM) Tanjungpinang Pos M Nur Hakim sedari awal langsung memberi aba-aba untuk saling menjaga satu sama lain terlebih jika berenang di laut.

Manfaatkan lah momen tersebut untuk saling bersilaturahmi satu sama lain. Terlebih para keluarga yang memang jarang ketemu. Apalagi, karyawan bersama keluarga dari pulau juga hadir saat itu.

Tanjungpinang Pos sendiri mempunyai perwakilan atau biro di semua kabupaten/kota di Kepri. Sehingga pada kesempatan itu, semuanya berkumpul untuk merayakan keceriaan itu.

Ketua Panitia Pelaksana Family Gathering Tanjungpinang Pos Tahun 2017, Abas, mengatakan, selama ini karyawan bekerja keras untuk memajukan koran ini.

Pada kesempatan tersebut, lupakan segala pekerjaan dan nikmatilah momen yang sangat berbahagia itu. Di acara tersebut, tidak ada perbedaan antara pimpinan dan bawahan.

Pada kesempatan itulah bawahan bisa menyuruh pimpinan untuk mengikuti berbagai pertandingan yang digelar. Misalnya, pimpinan diwajibkan ikut lomba makan kerupuk, balap karung dan lainnya.

”Terimakasih buat kawan-kawan atas kerja kerasnya mempersiapkan acara ini. Tanpa kebersamaan dan kekompakan, acara ini tidak mungkin bisa terlaksana,” kata Abas dalam kata sambutannya.

Momen yang paling ditunggu-tunggu pun tiba. Panitia pertandingan mulai mempersiapkan peralatan pertandingan yang dimulai dari anak-anak karyawan.

Ada beberapa lomba untuk anak-anak seperti, lomba makan kerupuk, lomba balap karung, lomba, memasukkan paku ke dalam botol dan lomba membawa guli di atas sendok.

Anak-anak terlihat ceria untuk mengikuti lomba ini. Apalagi panitia telah menyediakan hadiah buat mereka yang juara.

Dimulai dengan lomba makan kerupuk, para orangtua masing-masing mendampingi anaknya. Mereka memberi semangat agar cepat-cepat menghabiskan kerupuk yang digantung dengan tali itu.

”Ayo bang, sikit lagi. Ayo, temannya udah mau siap makan kerupuknya,” ujar Abas menyemangati anaknya Levi.

Tunas juga tidak mau kalah. Anaknya Leonel yang paling sudut berupaya melumat kerupuk secepatnya. ”Cepat bang, telan banyak-banyak,” kata Tunas memberi semangat untuk anaknya.

Pertandingan anak-anak terus berlanjut. Para ibu-ibu sampai berdiri untuk melihat aksi kocak mereka. Tertawa sampai terpingkal-pingkal hingga menahan perut dirasakan karyawan dan keluarga sepanjang hari itu.

Giliran karyawan dan keluarga yang ikut pertandingan, tenaga mulai terkuras lantaran tertawa sepanjang pertandingan anak-anak. Padahal, pertandingan ini lebih banyak lagi menguras tenaga.

Karena pertandingannya beragam mulai dari tarik tambang, main bola pakai sarung, lomba lari engrang, lomba balap karung, lomba makan kerupuk, panco hingga memasukkan paku dalam botol.

Engrang, salah satu permainan tradisional yang nyaris hilang itu kembali dimunculkan sehingga belakangan ini kerap dipakai saat perayaan HUT RI termasuk acara family gathering perusahaan atau institusi lainnya.

Rupanya, masih banyak karyawan dan keluarga Tanjungpinang Pos yang mahir menggunakan engrang ini. ”Terakhir saya lomba ini (engrang) Kelas IV SD di Hutaraja (salah satu kampung di Kabupaten Tapanuli Utara),” ujar Alrion, juara II lomba engrang.

Yusfreyendi, juara I lomba engrang mengatakan, dirinya mengusulkan lomba ini mengingat saat ini sudah populer kembali setelah puluhan tahun jarang dipertandingkan. Sebelum lomba, Yusfreyendi sendiri sudah sering latihan.

Sayangnya, dalam pertandingan final, Zakmi Piliang, Tunas dan Tarmizi harus mengakui kekalahan atas kemampuan Yusfreyendi dan Alrion. ”Baru terasa makin tua,” kata Tunas yang membuat semua tertawa.

Pertandingan yang tidak kalah seru adalah main bola pakai daster. Pemain sering jatuh lantaran mengira bisa menendang bola dengan keras. Padahal, kaki terganjal daster.

”Bukan main bola namanya ini. Keringat habis karena ketawa aja,” ujar Abas saat menjadi kapten tim.

Di final, tim Abas akhirnya menang melawan tim Sigit Rahmat dan mereka berhak mendapatkan hadiah satu per satu. Kalah menang dalam semua pertandingan di family gathering ini tidak ada pengaruhnya.

Karena yang dicari bukan kemenangannya, namun kebersamaan dan keceriaan. Inilah momen-momen paling indah yang tidak dilupakan seluruh karyawan dan keluarga.

Mengakhiri acara, karyawan pun mulai dag dig dug menunggu undian doorprize. Ada yang dapat hadiah besar, ada yang dapat hadiah sedang dan kecil. Namun semua kebagian serta berbahagia.

M Nur Hakim mengatakan, keceriaan dan kebahagiaan karyawan serta keluarga besar Tanjungpinang Pos makin lengkap berkat bantuan para donatur.

Ia pun mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh donatur serta mendoakan mereka semua diberi rahmat yang berlimpah.

Di acara ini, para petinggi Tanjungpinang Pos turut hadir seperti General Manager M Nur Hakim, Pemred Ramon Damora, Sigit Rahmat Wakil GM, Ari Istandi Manager Keuangan, Saipul Penanggungjawab Iklan, Zakmi Piliang Wapemred.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here