Tersangka Kembalikan Uang Korupsi Rp 1,1 Miliar

0
750
UANG SITAAN: Inilah uang hasil sitaan dugaan korupsi dana hibah KONI Natuna. F-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

Kasus Dana Hibah KONI  

TANJUNGPINANG – Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyita kerugian negara sebesar Rp 1,1 miliar dari hasil dana dugaan tindak pidana korupsi hibah dana KONI Kabupaten Natuna pagu anggaran tahun 2011.

Kejati Kepri Yunan Harjaka mengatakan, kerugian negara pemerintah Kabupaten Natuna sebesar Rp 1,1 miliar sudah dikembalikan oleh Ir. Wahyu Nugroho pada hari Senin (10/4) dan telah disita oleh tim penyidik Kejati Kepri.

”Uang tersebut disimpan atau dititipkan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Tanjungpinang,” kata Yunan Selasa (11/4).

Yunan Harjaka mengatakan, dua tersangka yang sebelumnya ditetapkan oleh penyidik sebagai tersangka. Pertama Defri Edasa yang waktu itu merupakan Ketua Harian KONI Kabupaten Natuna 2006-2010 dan sekarang kepala seksi liputan dan olahraga pusat pemberitaan pada kantor Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Jakarta dan Ir. Wahyu Nugroho waktu itu merupakan plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Natuna 2006-2010.

Sekarang merupakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna yang masih aktif.

Yunan menjelaskan, pada tahun anggaran 2011, KONI Kabupaten Natuna masa bakti tahun 2006-2010 mendapatkan bantuan hibah dari pemerintah daerah Kabupaten Natuna sebesar Rp 1,1 miliar.

Kemudian pengurusan KONI Kabupaten Natuna masa bakti tahun 2006-2010. Mengajukan pemohonan bantuan dana hibah, dengan surat pemohonan bantuan dana dengan nomor : 09/KONI-NTN/I/2011 kepada Bupati Natuna C.q Kepala BPKAD pemerintah Kabupaten Natuna.

”Dengan berakhirnya kepengurusan KONI Natuna pertanggal 1 Desember 2010, KONI Natuna tidak berhak menerima bantuan dana hibah dari pemerintah Natuna,” ungkapnya.

Kajati menyebutkan, Namun, pemerintah Kabupaten Natuna telah mencairkan bantuan dana hibah KONI Kabupaten Natuna melalui rekening KONI Kabupaten Natuna pada tanggal 26 Januari 2011 sebesar Rp 1,1 miliar.

”Pengggunaan dana bantuan hibah tersebut tidak sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Rencana Anggaran Kegiatan (RAK),” jelasnya.

Adapun kegiatan yang tidak terlaksana yaitu, kegiatan pelatihan wasit sebesar Rp 91 juta, kegiatan penjaringan atlet sebesar Rp 115 juta, kegiatan pembinaan atlet potensial Rp 95 juta, kegiatan olahraga prestasi Rp 250 juta dan kegiatan Turnamen Natuna Cup sebesar Rp 544 juta.

Atas pengajuan, pencairan, penggunaan dan pertanggung jawaban bantuan dana hibah tidak sesuai dengan persyaratan dan proseduran bantuan hibah sehingga negara telah dirugikan Rp 1,1 miliar. (cr27)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here