Tersangka Korupsi Pelabuhan Dompak Dijebloskan ke Penjara

0
414
Dua tersangka korupsi Pelabuhan Dompak ditahan di Rutan Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Dua tersangka Hariyadi dan Berto kasus tindak pidana korupsi pembangunan tambahan prasana dan sarana pelabuhan Dompak dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Tanjungpinang.

Diperkirakan membuat kerugian negara senilai Rp 5 miliar. Anggaran pembangunan tambahan itu bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 yang dilaksanakan KSOP Kelas II Tanjungpinang dengan nilai kontrak Rp 9.242.350.000.

Hariyadi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari KSOP Tanjungpinang dan Berto Riawan, Direktur Cabang PT Karya Tunggal Mulya Abadi selaku pemenang tender pekerjaan.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengatakan, sudah melakukan tahap II berkas ke pihak Kejaksaan.

“Sudah kita serahkan kepada jaksa untuk tahap II,” katanya.

Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang, Budi Sastera menyebutkan, setelah menerima berkas dari pihak kepolisian kedua tersangka kini dititipkan di Rutan Tanjungpinang.

“JPU menahan kedua tersangka mulai dari sekarang hingga 20 Januari mendatang,” sebutnya.

Budi menjelaskan, selain dua tersangka pihaknya juga mengamankan uang senilai Rp 250 juta dan satu sertifikat ruko.

“Tersangka dan barang bukti sudah diserahkan, ruko itu milik Hariyadi,” jelasnya.

Lanjutnya, segera mungkin kita limpahkan berkas ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang untuk di sidangkan. Dalam kasus ini ada empat orang JPU yang ditunjuk oleh Kajari Tanjungpinang yakni Budi, Noly, Gustian dan Destia.

“Sebelum masa tahan habis JPU segera mungkin untuk mengirimkan berkas ke Pengadilan,” tuturnya.

Kedua tersangka dapat dijerat sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 KUHP.

Setelah dicek dan dihitung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditemukan ada kegiatan yang tidak dikerjakan. Menyebabkan kerugian negara sekitar Rp5 miliar. (ray)

“Sudah kita serahkan kepada jaksa untuk tahap II,” katanya.
Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang, Budi Sastera menyebutkan, setelah menerima berkas dari pihak kepolisian kedua tersangka kini dititipkan di Rutan Tanjungpinang.

“JPU menahan kedua tersangka mulai dari sekarang hingga 20 Januari mendatang,” sebutnya.
Budi menjelaskan, selain dua tersangka pihaknya juga mengamankan uang senilai Rp 250 juta dan satu sertifikat ruko.
“Tersangka dan barang bukti sudah diserahkan, ruko itu milik Hariyadi,” jelasnya.

Lanjutnya, segera mungkin kita limpahkan berkas ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang untuk di sidangkan. Dalam kasus ini ada empat orang JPU yang ditunjuk oleh Kajari Tanjungpinang yakni Budi, Bolu, Gustian dan Destia.
“Sebelum masa tahan habis JPU segera mungkin untuk mengirimkan berkas ke Pengadilan,” tuturnya.

Kedua tersangka dapat dijerat sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 KUHP.

Setelah dicek dan dihitung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditemukan ada kegiatan yang tidak dikerjakan. Menyebabkan kerugian negara sekitar Rp5 miliar. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here