Tertibkan Jalan Gambir

0
213
Kota lama: Suasana kota lama saat siang hari. f-dokumen/tanjungpinang pos

Buat apa ada pasar baru, tetapi masih ada banyak pedagang kaki lima jualan di sepanjang jalan gambir. Makin tidak tertib.
+6285766175200

TANGGAPAN :
Kota Lama memang terlihat semrawut di siang hari dan mati suri di malam hari. Pemerintah sudah mrencanakan akan memjadikan kota lama menjadi pusat jajaan kuliner di malam dari. Tujuannya, agar daerah ini ramai lagi. Ini untuk menghidupkan kembali roda ekonomi di kawasan ini yang mati suri di malam hari. Lokasi yang akan kita jadikan pusta kuliner itu di sekitar jalan gambir ya jalan Jalan Merdeka dan Jalan Teuku Umar. Akan ada Merdeka Night Market pada tahun ini juga.

Kita juga minta kepada pengusaha swasta melalui anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) membantu Pemko dalam pembelian motor toko (moko). Karena pemerintah tidak menyediakan anggaran untuk pembelian motor toko (Moko). Ini untuk para pedagang nanti agar tidak lagi memakai gerobak karena barang-barangnya harus sudah bersih saat pagi hari. Kita mulai sekarang, pembangunan Kota Tanjungpinang bukan hanya peran pemerintah saja. Kita mengajak peran dari pihak swasta dan masyarakat. Setelah lebaran ini, Pemko akan serius dengan projek Tanjungpinang Merdeka Night Market.

Perencanaan dan pembahasan terus dilakukan, sampai ada rencana kami akan menyediakan sebanyak lebih kurang 49 kios untuk pedagang. Terkait Merdeka Night Market bukan rencana yang hanya sekedar mimpi tanda diwujudkan menjadi kenyataan.

Pak wali kota juga berharap supaya aktivitas ekonomi di Jalan Merdeka itu tidak sepi saat malam hari. Targetnya, kalau semua stakeholder saling bahu membahu dan masyarakat sekitar Jalan Merdeka turut mendukung, habis lebaran ini mulai dibahas secara matang.

Kita berharap jangan lewat 2017, kelamaan. Bila Merdeka Night Market berjalan, perputaran ekonomi di malam hari bukan hanya terjadi di kawasan Bintancenter saja. Tapi, kawasan Jalan Merdeka dan sekitarnya, siang dan malam perputaran ekonomi terus berjalan.

Kalau ada tamu yang menginap di Tanjungpinang, keluar dari hotel bisa jalan-jalan ke Merdeka Night Market, untuk membeli pakaian maupun oleh-oleh yang sudah disediakan pedagang. Kota besar seperti Bandung dan Jakarta, Night Market sudah berjalan baik. Bahkan, daerah tertentu di saat Ramadan ini dijadikan kawasan Night Market oleh pemerintahanya.

Kita akan sosialisasi dan minta dukungan masyarakat. Dulu pernah ada wacana melakukan ini, tapi ada penolakan. Ini yang tidak kita ingin. Rapat pertama ini, dia sengaja tidak melibatkan para pengusaha maupun masyarakat. Karena hanya sebatas pengarahan kepada OPD terkait sesuai tupoksinya. Supaya OPD di lingkungan Pemko bisa bersinergi. Selain itu juga pihak perbankkan.

Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) nanti harus menyediakan tempat parkir. Ini perlu di konsep oleh Dishub. Titik mana yang akan dijadikan tempat parkir. Karena bentuk parkir ada dua. Yakni, pertama tempat parkir pengunjung yang akan datang ke Merdeka Night Market. Kedua, parkir untuk pemilik tokoh Kota Lama. Karena pemilik tokoh tersebut memiliki mobil. Ini mau diletakkan di mana. Jadi, kita perlu konsep itu. Kemudian bidang kebersihan, bagaimana teknis kebersihan hingga WC umum untuk pengunjung yang ingin buang air kecil maupun buang air besar tersedia. Begitu juga dengan tugas Bapedda.

Dinas tersebut, katanya, perlu mengkonsep apa bila pedagang tersebut berjualan makan basah. Seperi makanan hingga minuman. Atau, pedagang berjualan pakaian dan lainnya. Tujuan kita tidak menyusahkan. Justru ingin menghidupkan Kota Lama.(bas)

Surjadi,
Kepala Bapedda Kota Tanjungpinang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here