Terungkap Prostitusi Online di Batam‎

0
271
‎Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, Kompol Dhani Catra Nugraha didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga konferensi pers di Puri Selebrity 3, Batam‎, Senin (11/2). F-Istimewa

BATAM – Aparat Polda Kepri mengungkap prostitusi online dan tindak perdagangan orang. Hal itu diungkapkan ‎Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, Kompol Dhani Catra Nugraha didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga di Puri Selebrity 3, Batam‎, Senin (11/2).

Kompol Dhani menuturkan, pengungkapkan dilakukan 9 Februari 2019, sekira pukul 17.00 WIB, saat tersangka ‎membuka iklan lowongan Pekerja Seks Komersial (PSK). “Pelaku membuka lowongan PSK dan iklan cewek panggilan Batam melalui internet,” katanya.

Dibeberkan, pengungkapan dilakukan ‎anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, setelah melakukan penyelidikan selama tiga bulan. Aparat sejak Desember 2018 menelusuri. Kemudian melakukan penyamaran dengan memesan PSK melalui website cewek panggilan Batam.

“Kami berhasil menangkap tersangka AS alias A berserta mengamankan satu orang korban yang dibawa oleh tersangka dari Jakarta menuju Kota Batam,” bebernya.

Korban di bawa ke Batam untuk dijadikan PSK. Kemudian tersangka dan korban di bawa ke Polda Kepri memberikan keterangan lebih lanjut. Dituturkannya, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, diperolah keterangan bahwa adapun korban yang telah diperdagangkan oleh tersangka beberapa orang.

Ia menyebutkan, korban yang diperdagangkan, ada ‎RS Alias E (19), daerah asal Pangandaran (Jawa Barat).‎ Selain itu, ada NJ, (20) daerah asal Cirebon (Jawa Barat). VR, (20) as daerah Purwakarta (Jawa Barat). M A F Alias C (32) tahun asal daerah Medan, Sumatera Utara. FH Alias I, (32), daerah asal Jakarta. W A W, jawa tengah (23). Daerah asal Jateng dan L (19), daerah asal Medan.‎

‎Diamankan pelaku berinisial AS Alias A dan sejumlah barang bukti. Mulai dua lembar boarding pass kereta api dari Cirebon ke Jakarta atas nama Agus Supriadi dan Nurjanah. Ada satu unit buah handphone, kartu atm BNI, uang tunai senilai Rp3.250.000, uang hasil rental mobil senilai Rp500 ribu.

Dituturkannya, ada juga flashdisk yang berisi video oral sex berdurasi 59 detik antara tersangka dan korban saat akan direkrut menjadi PSK, kartu memori micro sd, surat keterangan domisili atas nama Estu Suhaya, ATM Cimb Niaga, dua lembar boarding pass, atas nama pelaku dan korban NJ.

“Ada juga dua butir pil norelut norethusterone (obat penunda haid/pencegah kehamilan),” bebernya.

Akibanya, terhadap perbuatan pelaku dikenakan pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan atau pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik junto pasal 64 ayat (1) KUHP.(mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here