Tes CPNS Butuh Sinyal Kuat Internet

0
125
Kepala BKPSDM Kabupaten Kepulauan Anambas, Dra Linda Maryati.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas masih memikirkan, bagaimana memfasilitasi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2018. Fasilitas yang dimaksud, kesiapan pendukung dalam hal ini sinyal internet yang kuat.

ANAMBAS – Dukungan itu, terutama pada saat pelamar menjalani tes Seleksi Kompetensi Bidang (TKB) pada 16 Oktober mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kepulauan Anambas Linda Maryati menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan minimal 50 unit personal computer (PC) untuk digunakan para pelamar.

”Target kita siapkan 100 unit PC, minimal 50 PC dapat terkumpul,” ungkap Linda Maryati, kemarin.

Menurutnya, jika ternyata pelamar lebih dari 100 orang maka pelaksanaan tes dilakukan secara bertahap. Karena, ada kemungkinan pelamar lebih dari 100 orang.

”Prediksi jumlah pelamar belum tahu karena masih awal pembukaan pendaftaran, yang mendaftarkan diri belum ada tapi ada yang sudah melakukan registrasi,” jelasnya.

Untuk jaringan internet sendiri, pemerintah daerah yang menyiapkan tapi jaringan lokal (LAN) tapi server disiapkan oleh pemerintah pusat. Sementara, tempat tes kompetensi bidang direncanakan akan dilaksanakan pada 16 Oktober mendatang di gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa.

Diakuinya untuk internet, sangat diperlukan sekarang. Oleh karena itu dikabar kapasitas internet di Anambas sudah diperkuat bahkan selama ini masih 3G, sekarang sudah 4G.

”Saat-saat ini, internet sangat dibutuhkan,” ucapnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Sabtu (15/9) lalu pihak Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas tidak bisa menjamin kelancaran sinyal, terkait jaringan sistem online untuk pendaftaran bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

”Kalau jaringan kita sudah memadai, karena saat ini PRB sudah tahap ujicoba (Trial). Namun ada titik tertentu, dan selama pendaftaran dan seleksi jaringan dinilai cukup memadai,” kata Jeprizal.

Japrizal juga menambahkan, saat ini pihaknya tetap koordinasi dengan pihak pengelola PRB. Namun, jika ada gangguan saat pelaksanaan PRB pihaknya tidak bertanggungjawab.
Dikarenakan, belum adanya kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) bersama pengelola PRB. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here