Tewas Ditikam Pencuri Kotak Infaq

0
950
MELAYAT: Kapolres Karimun AKBP Agus Fajarudin dan Kasat Reskrim AKP Dwihatmoko bertemu dengan Imam Masjid Agung Karimun ketika melayat korban, Minggu (4/6) dini hari di RSUD Muhammad Sani.f-alrion/tanjungpinang pos

Kejar Maling, Penjaga Masjid Bersimbah Darah 

Aksi pencurian kotak infak/amal, Minggu (4/6) dinihari kemarin di Masjid Agung, Karimun berakhir dengan penikaman terhadap si penjaga masjid hingga tewas.

Karimun – Safari (40), penjaga Masjid Agung Karimun itu tewas ditikam pelaku pencuri kotak Infak karena aksinya diketahui korban.
Saat mengejar pelaku, korban langsung ditikam di bagian perutnya. Diduga, korban ditikam pakai obeng yang digunakan pelaku untuk mencongkel kotak infak tersebut.

Luka di bagian perut korban mengeluarkan banyak darah dan tiada henti. Meski korban sempat dilarikan ke RSUD Muhammad Sani, namun nyawanya tidak terselamatkan.

Data yang berhasil dihimpun Tanjungpinang Pos pada Minggu siang, kejadian awal diketahui Nahar petugas masjid yang terjaga karena mendengar suara berisik di ruang utama masjid. Saat terbangun, Nahar melihat ada seorang lekaki pakai topi sedang mencongkel kotak amal.

Baca Juga :  Pensiunan PNS Dapat THR

Nahar lalu memberitahukan hal itu kepada korban. Tak lama kemudian korban datang dan berniat untuk menangkap pelaku pencurian itu. Saat akan ditangkap, pelaku langsung menusuk korban pada bagian perut.

Mendapat tusukan pada bagian perut, korban terjatuh dan pelaku langsung melarikan diri. Petugas lainnya langsung berusaha menolong korban dan melarikan ke RSUD Muhammad Sani untuk mendapatkan perawatan.

Diduga karena banyak mengeluarkan darah, korban diketahui menghembuskan nafas terakhir ketika akan dirawat. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 02.10 WIB. Pelaku sendiri sempat mencongkel kotak amal di dalam masjid tersebut.

Sebelum mengalami kejadian itu, korban duduk bersama temannya di pos penjagaan. Tiba-tiba ponsel korban berdering. Rupanya, ia ditelepon Nahar. Rupanya Nahar memberitahukan kalau seseorang ingin mencuri kotak amal.

Baca Juga :  Yayasan KBK Datang, Gubuk Reot Nenek Zubaidah "Disulap" jadi Rumah Permanen

Mendengar itu, korban langsung berlari ke arah masjid untuk melihat si pelaku. Kapolres Karimun AKBP Agus Fajarudin dan Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Dwihatmoko serta Bupati Karimun Aunur Rafiq melawat korban di RSUD Muhammad Sani.

Polisi juga mendengar keterangan petugas Masjid Agung Karimun. ”Kami harapkan doa semua umat muslim dan dukungan semua pihak, semoga pelaku segera tertangkap,” kata Agus Fajarudin.

Ia yakin, anggotanya mampu menangkap pelaku. Penyidik telah meminta keterangan dari saksi pelapor yang melihat pelaku ketika hendak mencongkel kotak amal yang diperkirakan berisikan uang sedekah jemaah masjid.

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Karimun telah dikerahkan melakukan pengembangan, bermodalkan keterangan dari saksi pelapor. Untuk sementara ciri-ciri pelaku telah diketahui. Sangat disayangkan, Masjid Agung Karimun pada ruang utama ternyata tidak dilengkapi dengan kamera pengintai. Sehingga menyulitkan pihak kepolisian untuk mencari pelaku.

Baca Juga :  Ratusan Ton Ikan Kepri Membusuk

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengetahui kejadian tersebut langsung datang ke Masjid Agung melihat lokasi kejadian. Setelah salat subuh, Rafiq langsung menuju Masjid Agung untuk melihat jenazah korban. Safari diketahui meninggalkan anak yang masih kecil dan seorang istri yang sedang hamil sembilan bulan. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. Amin.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here