Tiang Pancang Proyek Gurindam 12 Bikin Rumah Retak-retak

0
783
Permukiman warga Teluk Keriting.

TANJUNGPINANG- Pemasangan tiang pancang untuk pembangunan Proyek Gurindam 12 di kawasan Teluk Keriting, Tanjungpinang membuat sebagian beton rumah warga setempat jadi retak. Keretakan dipicu oleh getaran pemasangan tiang pancang yang jaraknya sangat dekat dengan rumah warga.
Akibatnya, warga mengancam akan menolak pembangunan proyek tersebut karena lambat laut rumah warga bisa ambruk.

“Bila tidak dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang memperhatikan dampak lingkungan, kami akan menutup proyek tersebut. Ini sSikap kami sebagai warga Teluk Keriting dan sikap ini merupakan hasil dari kesepakatan Forum Masyarakat Teluk Keriting (Formatur) dalam pertemuan Kamis (31/1) kemarin siang,” kata Dicky Novalino, Ketua I Formatur.
Menurutnya, ia menerima banyak laporan dari warga terkait kondisi rumah warga yang retak-retak karena getaran kuat dari pemasangan tiang pancang Proyek Gurindam 12 itu.

“Warga mengeluhkan dan khawatir bangunan rumahnya akan ambruk karena saat ini saja sudah retak-retak,” ujarnya.

Karena banyaknya warga yang khawatir, akhirnya Forum Masyarakat Teluk Keriting melakukan pertemuan. Hasilnya, warga meminta klarisikasi atau tanggapan dari pihak terkait, khususnya jajaran Pemerintah Provinsi Kepri tentang Amdal proyek tersebut.

“Mestinya, pengerjaannya mengikuti teknis perencanaan sesuai dengan Amdal yang mereka peroleh,” timpal

Abdul Hamid, Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Teluk Keriting.

Menurutnya, pembangunan Proyek Gurindam 12 terindikasi tidak sesuai dengan perencanaan. “Kami bukannnya menolak, tapi jika pemancangan tiang itu tidak sesuai perencanaan, tentu akan kami tolak karena dampaknya membahayakan permukiman warga,” ungkapnya.

Abdul Hamid mengimbau agar Pemerintah Provinsi Kepri memperhatikan keluhan warga tersebut.

“Selain rumah warga, bangunan masjid Arrrahim di Teluk Keriting juga mengalami keretakan. Umumnya yang mengalami krusakan merupakan rumah beton yang berada di pelantar,” tambahnya.

menurut Abdul Hamid, warga berkeinginan agar pemancangan tiang pancang itu dihentikan sementara waktu sampai ada teknik memasang tiang pancang yang tidak menimbulkan getaran yang kuat. “Tolonglah diperhatikan keluhan warga, bekerja juga mesti sesuai dengan ketentuan amdalnya. Jangan-jangan proyek ini belum ada amdalnya? itu Juga akan kami tanyakan,” ujarnya. (jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here