Tiang Sebatang pun Ikut Lenyap

0
1127
LENYAP: Tiang besi di lokasi pembangunan monumen bahasa Penyengat sudah lenyap.F-YOAN/TANJUNGPINANG POS

Ketika Pembangunan Monumen Bahasa Gagal di Penyengat

Sejak pembangunan Monumen Bahasa di Penyengat bermasalah tahun 2015, kondisinya kini kian parah. Sebelumnya sudah berdiri satu tiang baja, tapi, kini sudah hilang.

Penyengat – BIASANYA, penumpang feri tujuan Batam-Tanjungpinang dan sebaliknya masih bisa melihat tiang sebatang itu dari kejauhan. Sebagian yang mengikuti pembangunan monumen itu paham tiang itulah pertanda berakhirnya pembangunan monumen tersebut.

Saat Tanjungpinang Pos berkunjung ke sana, Selasa (7/3) kemarin, tiang itu tidak ada lagi. Yang sisa hanya tapak pondasi monumen. Tapak ini juga yang disebut-sebut bermasalah karena ukuran kekuatan betonnya tidak sesuai perencanaan.

Sehingga, si kontraktor pemenang tender pembangunan monumen itu langsung blacklist dan tidak ada pembayaran. Rugi, itulah yang dialami si kontraktor.

Tahun 2015 lalu, monumen itu salah satu yang dipersiapkan untuk diresmikan Presiden Joko Widodo. Kala itu, Kepri menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) yang dipusatkan di Batam.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah peresmian monumen bahasa Penyengat. Rencana tinggal rencana. Angan-angan tinggal angan-angan.

Kini, program yang dilakukan zaman almarhum HM Sani dan HM Soerya Respationo (SAH) ini tidak dilanjutkan pembangunannya.

Sebelumnya pembangunan monumen itu ditangani Dinas Kebudayaan yang saat itu dipimpin Arifin Nasir yang kini menjadi Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Kepri.

Lantaran bermasalah, proyek ini diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum yang lebih paham teknis. Namun, seiring perjalanan pemerintahan, pembangunan monumen tersebut tidak dilanjutkan.

Baca Juga :  Pangdam dan Gubkepri Pantau Pulau Terluar

Dinas PU Pemprov Kepri menunda melakukan review terhadap Detailed Engineering Design (DED) terhadap bangunan tersebut lantaran defisit anggaran. Hingga kini, monumen tersebut masih terbengkalai.

Dari pantauan awak media, Selasa (7/3) yang memantau langsung ke lokasi, bisa dilihat kondisi bakal monumen bahasa tersebut memprihatinkan.

Selain besi pondasi yang semakin tipis terkikis karat, terlihat juga tanah yang menimbun di sisi pagar sudah ambruk dan menyisakan lubang ternganga.

Tentu tandatanya terhadap nasib Monumen Bahasa di Pulau Penyengat masih dipertanyakan.
Sebelumnya sudah dijanjikan oleh pihak PU jika ada perubahan DED akan dilakukan pada APBD 2017 dan selanjutnya pada 2018 baru bisa dilakukan kelanjutan pembangunannya.

Namun hingga saat ini kabar kelanjutan proyek tersebut tidak pernah mencuat ke permukaan.

Monumen Bahasa yang berada di bawah kendali Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri pada tahun 2014 lalu dikerjakan PT Sumber Tenaga Baru (STB) dengan kontrak kerja sebesar Rp 12,5 miliar tersebut sempat mendapat respon positif dari sejumlah masyarakat. Sayangnya respon positif tersebut tidak bertahan lama.

Ketua Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau, Abdul Razak ketika dihubungi Tanjungpinag Pos mengaku prihatin dengan nasib monumen bahasa tersebut dan berjanji akan senantiasa memperjuangkan dan mengawasi kelanjutan proyek pembangunan tersebut.

”Ini mimpi almarhum gubernur kita (HM Sani, red) dan sayapun sudah berkali-kali menyampaikan ke pemerintah agar menuntaskan amanah ini,” kata dia, Selasa (7/3).

Baca Juga :  Warga Miskin Meninggal, Dapat Bantuan

Razak juga menegaskan bahwa DED proyek tersebut sedang dalam pantauan LAM dengan harapan tidak terjadi penundaan yang kedua kalinya.

”DED saya juga kasi masukan dan pandangan. Hanya saja bicara dana tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi angkanya tidak sedikit,” ujar dia.

Sebelumnya respon serius juga diberikan dari tokoh budayawan Melayu Kepri, Dato’ DR. Abdul Malik, Mpd.

Menurut Malik, apapun hasilnya, nasib Monumen Bahasa dengan rancangan tinggi puluhan meter tersebut haruslah diperjelas.

”Jangan biarkan terbengkalai seperti itulah, tak elok. Apalagi Pulau penyengat sedang dalam pengajuan sebagai warisan budaya dunia. Jangan gara-gara proyek yang terbengkalai itu menjadikan batalnya Penyengat untuk masuk ke Unesco,” ujar Malik beberapa waktu lalu.

Dia juga mempertegas nasib monumen agung yang bakal menjadi kebanggaan bangsa Melayu sebagai monumen pengukuhan lahirnya Bahasa Indonesia tersebut.

Bagi Malik, jadi atau tidak monumen tersebut tetap harus disampaikan ke masyarakat dan harus segera mengambil jalan keluarnya.

”Pondasi sudah terbangun, kalaupun tidak jadi, bongkar sajalah biarkan ke bentuk semula. Atau kalaupun jadi tapi tidak bisa menjadi monumen, mungkin bisa dirancang ulang dengan mengikuti dasar pondasi yang ada,” bebernya.

Dalam gambaran maket yang dirancang, monumen dengan tinggi 60 meter tersebut menyediakan ruang khusus seperti museum mini, pusat dokumentasi dan arsip serta benda cagar budaya lainnya.

Baca Juga :  41 Polisi Kepri Pensiun

Di lain pihak, pelaku kreatif budaya Melayu, Supriyadi memberikan masukan agar pondasi monumen bahasa yang terbengkalai tersebut dijadikan sebagai pelataran multi fungsi dalam melakukan pementasan.

”Bagusnya menurut saya, jadikan sentral pementasan budaya Melayu saja. Selain luas, daya tampung penonton juga ramai, soalnya selama ini kan di balai depan masjid atau di balai adat,” ungkap dia kepada awak media.

Hal senada juga disampaikan salah satu pemuda Pulau Penyengat, Gilang Ananda yang berharap ada progres kejelasan tentang nasib monumen bahasa tersebut.

”Tak jadi tugu pun tak masalah, tapi jangan terbengkalai. Paling tidak dibuat alternatif lain agar lokasi tersebut memiliki nilai fungsi,” bebernya.

Ketika monumen ini mulai dibangun, besar harapan masyarakat Kepri terutama warga Tanjungpinang dan Pulau Penyengat bahwa daerah wisata tersebut akan semakin ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Pasalnya, warga ingin melihat langsung monumen asal Bahasa Indonesia dan warga ingin melihat langsung seperti apa pulau asal muasal Bahasa Indonesia tersebut.

Semua suku bangsa di negara ini sekarang menggunakan Bahasa Indonesia. Asal bahasa itu ada di Pulau Penyengat.(YOAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here