Tiap OPD Harus Bikin Satu Inovasi

0
504
SEKDAPROV Kepri TS Arif Fadillah saat mengikuti Rakornas dan Munas III Forum Sekda se-Indonesia di Lombok Barat. f-istimewa/humas pemprov kepri

Dari Rakornas dan Munas III Dorum Sekda se-Indonesia

Zaman makin maju, tuntutan makin banyak. Pelayanan untuk masyarakat harus semakin mudah. Pemerintah berlomba-lomba melakukan reformasi pelayanan yang lebih baik.

TANJUNGPINANG – era dengan perubahan yang sangat cepat ini menuntut pemerintah daerah untuk melakukan berbagai inovasi dalam berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan khususnya pelayanan kepada masyarakat.

Oleh karena itu Sekdaprov Kepri TS Arif Fadilah mengatakan, Kemenpan-RB selalu mendorong para sekda selaku pemimpin para OPD untuk membuat inovasi. ”Saya minta setiap OPD melakukan inovasi. Satu OPD satu inovasi, itu yang kita harapkan,” kata Arif saat ditemui di Tanjungpinang, Selasa (1/5).

Arif mengatakan hal itu setelah pada pekan lalu mengikuti rangkaian kegiatan Rakornas dan Munas III Forum Sekda se-Indonesia (Forsesdasi) 2018 yang digelar mulai 25-27 April 2018 di Hotel Sentosa, Kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Arif mengatakan, inovasi sangat perlu karena memberikan kemudahan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Contohnya,  pelayanan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) saat ini, antrenya luar biasa.

Bahkan dari jam 3 subuh sudah antre. Ia berharap ada inovasi Dinas Kesehatan dan pihak RSUP bagaimana memberikan pelayanan sehingga para pasien tidak menunggu lama. Bahkan, kalau bisa, pasien harus tahu kapan waktu dan jadwal dirinya mendapatkan pengobatan atau pelayanan kesehatan.

Kalau terlalu lama menunggu, bukan berobat namanya tapi menambah sakit. Jadi setiap keluhan, setiap problem adalah bagaimana memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat secara cepat dan tepat. Itu yang harus dilakukan. Itulah pentinganya membuat inovasi.

”Saya berharap teman teman OPD melakukan atau membuat inovasi dan membuat SOP langkah langkah pengerjaan dalam rangka memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” harap Arif.

Arif yang pada pelaksanaan Munas kali ini dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Perekonomian dan Pembangunan Daerah pada kepengurusan DPP Forsesdasi Masa Bhakti 2018-2023, mengucapkan rasa syukurnya atas amanah yang diberikan.

”Alhamdulillah, terimakasih atas kepercayaan dari teman-teman sekda. Semoga kami bisa amanah dan bertanggungjawab dengan jabatan yang diberikan ini,” ucap Arif.

Dengan jabatannya pada organisasi Sekda se-Indonesia ini, Arif menjelaskan bahwa dirinya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memimpin para sekda seluruh Indonesia dalam mendorong pembangunan di wilayahnya.

Karena semua tahu suatu daerah itu punya geografis yang berbeda, karakteristik yang berbeda, pastinya pendekatan untuk meningkatkan perekonomian daerah berbeda juga. Namun pastinya, Forsesdasi akan merumuskan langkah-langkah supaya setiap daerah bisa mendapatkan tambahan DAK dan dana bantuan pembangunan lainnya.

Sementara itu, Staf Ahli dari Kemendagri Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si., saat Rakor menyampaikan pesan dari Mendagri terkait pembenahan pemerintahan yang harus menjadi perhatian seluruh daerah, yakni terkait layanan satu pintu investasi, KTP Elektronik dan Pilkada yang akan diwacanakan serentak secara keseluruhan pada tahun 2024.

Terkait Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Suhajar mengharapkan agar para sekda harus memprioritaskan kualitas pelayanannya di daerahnya masing-masing karena total nilai investasi di seluruh Indonesia yang gagal akibat izin yang tidak keluar besar sekali nilainya mencapai Rp 5.000 triliun.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here