Tiap Pelantar Punya Hidran Kebakaran

0
218
HIDRAN PELANTAR: Warga pelantar di kawasan Kota Lama disediakan hidran sebagai pertolongan pertama saat ada kebakaran. f-raymon/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Alat pemadam kebakaran, Hidran sudah standby di daerah pelantar. Hal itu untuk antisipasi terjadinya musibah kebakaran. Seperti pada kawasan Pelantar Mutiara III sudah dilengkapi dengan hidran. Hal itu diungkapkan warga setempat Muklis. Menurutnya, hidran itu sudah disediakan pemerintah Tanjungpinang beberapa tahun lalu.

Pertimbangannya, sebagai kawasan pelantar, yang mayoritas rumah terbuat dari papan, membutuhkan alat pemadam kebakaran. Bila terjadi kebakaran warga bisa segera menggunakan. Meskipun diakuinya, hingga kini belum pernah difungsikan karena belum ada kejadian. ”Belum pernah kami gunakan, karena belum ada kejadian,” tuturnya.

Mesin hidran berada di samping lorong pelantar, sedangkan mesin penyedot air berada diujung Pelantar III. ”Mudah-mudahan tidak terjadi kebaran di daerah sini,” jelasnya.

Muklis menilai, meski belum ada kebakaran, semestinya pemerintah tetap melakukan pengecekan berkala. Mulai dari mesin dan alat lainnya untuk memastikan dalam keadaan baik. ”Kami belum pernah melihat adanya perawatan. Jadi, saya tak tahu juga kondisnya sekarang masih bagus atau sudah tidak bisa berfungsi,” paparnya.

Untuk diketahui, hidran ini merupakan alat pemadam kebakaran yang terhubung dengan sumber air yang sudah disediakan. Di kawasan pelantar disediakan bak penampung yang berisi air laut.

Di bawah permukaan tanah, alat ini memiliki sistem instalasi yang terintegrasi dengan komponen-komponen pendukung lainnya seperti pipa utama pengalir air, pipa bertekanan serta support block untuk alas dan penyangga.

Di pelantar ini ada enam hidran dan satu mesin pompa yang disediakan pemerintah daerah untuk mengantisiapsi terjadinya musibah kebakaran. Sari, warga setempat menyebutkan, pemasangan hidran ini sudah dilakukan dari tahun 2014.

Air yang digunakan untuk memadamkan api adalah air laut. Mesin penyedot airnya dipasang dengan paralon khusus untuk menyedot air. ”Meski air laut dalam keadaan surut, tetap mesin ini akan tetap bisa menyedot air karena ujung paralon ada di palung laut yang tidak kering saat air laut sedang surut,” sebutnya.

Menurutnya, waktu pemasangan pertama sudah dilakukan percobaan. Jarak semprotannya bisa sampai 100 meter. Sekarang belum diketahui apa kualiatsnya masih seperti saat uji coba dulu.

Selain itu, warga Kampung Bugis, Tanjungunggat, Pantai Impian serta beberapa kawasan pelantar dan padat penduduk berharap disediakan hidran. Hal ini seperti diutarakan, Meiza salah satu warga Kampung Bugis. ”Kami juga butuh hidran, jadi kalau ada musibah kebakaran bisa segera dipadamkan,” tuturnya. Apalagi kawasan tempat tinggalnya padat penduduk, dan mayoritas mendirikan rumah berbahan kayu.

Sistem instalasi yang terintegrasi dengan komponen-komponen pendukung lainnya seperti pipa utama pengalir air, pipa bertekanan serta support block untuk alas dan penyangga.

Dipelantar ini ada enam hidran dan satu mesin pompa yang disediakan pemerintah. Sari warga menyebutkan, pemasangan hidran dari tahun 2014. Air yang digunakan untuk memdamkan api adalah air laut, mesin penyedot air dipasang dengan paralon untuk menyedot air. ”Meski air laut dalam keadaan surut tetap bisa menyedot air,” sebutnya.

Menurutnya, waktu pemasangan pertama sudah dilakukan percoaban, jarak semprotan bisa sampai 100 meter. Sekarang belum melihat lagi mesin ini diuji coba. (RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here