Tiap Truk Dijatah 40 Liter

0
693
ANTRE SOLAR: Antrean panjang lori angkut di SPBU Ranai pasca pembelian BBM solar dijatah 40 liter sehari, kemarin. F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

NATUNA – SELAMA sepekan terakhir pembelian BBM jenis solar di SPBU Ranai dibatasi. Hal ini membuat sejumlah sopir lori kelabakan untuk mengantre membeli solar sejak pagi hari. Arno salah satu sopir lori mengaku kaget ketika pihak operator SPBU mengatakan pembelian solar dibatasi hanya 40 liter atau Rp 210 ribu.

Sehingga, banyak mobil yang berbahan bakar solar tidak kebagian karena solar habis. ”Jadi sekarang supaya kebagian minyak, kita harus antre sejak pagi. Kalau siang begini tidak bakalan dapat,” keluh Arno, ditemui di SPBU Ranai, Selasa (26/9).

Baca Juga :  Pasar Modern di Batubi Belum Difungsikan

Menurutnya, akibat dijatahnya pembelian solar pekerjaan menjadi tidak maksimal. Sebab, dalam satu hari lori membutuhkan 80 liter minyak solar. ”Untuk isi penuh bisa mencapai 80 liter. Dengan jumlah itu, mobil bisa beroperasi satu hari penuh. Dengan kondisi saat ini, kami para sopir sangat dirugikan,” ungkapnya Arno.

Arno berharap, permasalahan ini bisa segera diatasi terlebih pemerintah harus ikut mencari informasi terkait pembatasan pembelian solar di SPBU.

Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Natuna, Hikmatul Arif mengatakan, pihaknya sudah turun kelapangan bahkan sudah menghubungi pihak depot Pertamina. Adapun alasan pihak Pertamina membatasi pembelian minyak solar, karena kuota minyak solar hanya 5 ton per hari. ”Alasan lainnya, dengan kuota tersebut tidak sebanding dengan jumlah kendaraan di Natuna. Apalagi saat ini banyak aktifitas proyek pembangunan,” kata Arif.

Baca Juga :  Kemendag Bangun Pasar Percontohan di Natuna

Akan tetapi, hal itu seharusnya sudah bisa diatasi pihak Pertamina dengan menambah kuota minyak solar untuk SPBU. ”Jika Pertamina tidak bisa mengatasi hal ini, dipastikan geliat pembangunan dan perekonomian masyarakat Natuna tersendat,” ungkapnya.

Di samping itu, persoalan ini juga akan disampaikan kepada Pertamina Batam. ”Kita juga sudah koordinasi dengan Bagian Migas Pemkab Natuna, dan akan melayangkan surat kepada Pertamina Batam,” tutupnya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here