Tidak Wajar, Pansus Pertanyakan DBH dari Pelindo

0
365
Pansus PP APBD 2017 rapat bersama manajemen PT Pelindo Tanjungpinang, Selasa (7/8) pagi.

TANJUNGPINANG – Sejak penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) dari PT Pelindo Tanjungpinang di serahkan ke PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), pemasukan ke kas daerah dinilai tidak jelas dan wajar.

Hal ini dipertanyakan Pansus Pertanggungjawaban Pelaksanaan (PP) APBD 2017. Mereka pun mengunjungi manajemen PT Pelindo Tanjungpinang, Selasa (7/8) pagi.

Kedatangan rombongan dipimpin Ketua Pansus PP APBD, Maskur Tilawahyu bersama anggotanya, Hasan, M Arif dan Agus Djurianto yang diterima Manajemen Bisnis PT Pelindo Tanjungpinang, Khoiruddin beserta jajarannya.

Sebelumnya, Direktur PT TMB, Zondervan menuturkan, DBH dari pas masuk Pelabuhan SBP Tanjungpinang yang dikelola PT Pelindo sudah diterima. Senilai Rp2,9 miliar per tahun.
Jumlah itu terhitung sejak 1 Juli 2017 sampai 1 Juli 2018.

Hanya saja, pemasukan ke kas daerah diberikan Rp200 jutaan atau hanya 40 persen dari total penghasilan tahun 2017 senilai Rp500 juta lebih. Terkait hal ini, menjadi pertanyaan bagi Pansus.

Maskur menuturkan, pertemuan itu selain ingin memperjelas jumlah DBH dari Pelindo ke PT TMB, juga ingin mengetahui mekanisme serta peran serta PT TMB dalam kerja sama yang mereka jalankan.

Dari pertemuan itu, Khoiruddin menuturkan, DHB yang diberikan sekitar Rp230 hingga Rp240 jutaan yang disetorkan ke rekening PT TMB Tanjungpinang per bulan.

Jumlah ini sudah termasuk dari domestik maupun internasional. Maka total yang diserahkan Pelindo ke PT TMB per tahun sekitar Rp2,7 hingga Rp2,9 miliar. ”Kalau saya tidak salah, segitu total DBH yang PT Pelindo serahkan,” ucapnya.

Peran PT TMB dalam kerja sama itu, mempekerjakan sekitar tiga karyawan. Untuk mengawasi serta memberikan bukti atau struk pas masuk di pelabuhan bagi yang membutuhkan.

Maskur menilai dengan sistem seperti ini, secara tidak langsung PT TMB yang merupakan BUMD Tanjungpinang, menerima tambahan penyertaan modal tanpa dibahas. Sebab, tujuan kerja sama DBH memberikan pemasukan ke kas daerah untuk pembangunan yang dinikmati masyarakat, kini dikelola PT TMB. Pemasukkannya dinilainya, tidak jelas atau tidak sesuai harapan.

Persoalannya awalnya, kata dia, DBH ini tidak bisa diserahkan secara B to G (Business to government) harus B to B (Business to Business). Maka dicarikan solusinya melalui PT TMB yang merupakan BUMD milik Pemko. Sehingga kerja samanya sudah B to B.  ”Namun dengan jalinan kerja sama ini tak jelas maka perlu dievaluasi,” tuturnya.

Bila perlu, untuk meningkatkan pemasukan ke kas daerah, ke depan perusahaan lain yang mengelolanya. ”Kita lelang saja, penawaran paling tinggi kita minta menerima DBH tersebut,” tuturnya.

Arif yang juga hadir di tempat itu sempat mempertanyakan DBH yang sempat tertunda dibayarkan PT Pelindo ke Pemko Tanjungpinang dengan alasan menyalahi aturan, sekitar Rp4,5 miliar.

”Kita juga tidak tahu apakah ini ke kas daerah atau ke PT TMB. Kita akan pertanyakan dan rapat bersama Direktur PT TMB sebelum pengesahan Perda PP APBD,” tuturnya.

Rencananya, PP APBD 2017 akan disahkan, Selasa (14/8). Setelah sehari sebelumnya, Senin (13/8) Pansus menyampaikan hasil rekomendasi ke unsur pimpinan DPRD Tanjungpinang. Masih terkait PT TMB, Maskur juga menyarankan agar kerja sama dengan PT Pelindo diperluas, yaitu mengelola parkirnya.

Dari hasil komunikasi, kini pengelolaan parkir masih dikelola pihak swasta yang masa kerja samanya berakhir, Desember mendatang. ”Ini juga bagus dikelola. Menambah penghasilan. Maka PT TMB juga harus segera memenuhi syarat-syarat yang diminta,” tuturnya.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga menuturkan, Pansus PP APBD sampai saat ini masih bekerja melakukan rapat dengan seluruh OPD terkait. Meminta keterangan terkait pelaksanaan kegiatan, penyerapan anggaran serta apakah target-target pendapatan maskimal dilaksanakan.

”Mereka diberikan waktu bekerja 30 hari untuk menyelesaikan Ranperda PP APBD 2017 itu. Sesuai jadwal Bamus minggu depan akan disahkan,” tuturnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here