Tiga Bandara di Kepri Belum Miliki Kode Internasional

0
898
Ir Tri Musa Yudha

TANJUNGPINANG – Tiga dari tujuh bandara di Kepri belum memiliki kode internasional. Hal itu dikarenakan bandara tersebut belum didaftarkan alias belum bergabung dengan International Air Transport Association/International Civil Aviation Organization (IATA/ICAO).

Adapun tiga bandara di Kepri yang belum memiliki kode internasional tersebut adalah, Bandara Letung Anambas, Bandara Ranai Natuna dan Bandara Tambelan, Kabupaten Bintan.

Kabid Angkutan Pelayaran dan Penerbangan Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Ir Tri Musa mengatakan, sedangkan empat bandara lainnya di Kepri sudah memiliki kode bandara yakni kode SIG/WIDS untuk Bandara Dabo, Kabupaten Lingga.

”Kemudian, kode BTH/WIKB untuk Bandara Hang Nadim Batam, kode TJB/WIBT untuk Bandara Raja Haji Abdullah Karimun, dan kode TNJ/WIDN untuk Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, baru-baru ini.

Tujuan terdaftar di IATA/ICAO ini untuk mendapatkan kode bandara dan kode yang dikeluarkan tidak ada yang sama di seluruh dunia.

”Itulah gunanya bergabung di IATA/ICAO. Kemudian, dengan bergabung di organisasi internasional itu, aturan-aturan tentang pengelolaan bandara pun wajib diikuti,” tambahnya.

Dicontohkannya, di bandara itu semua diperlakukan sama baik pejabat, masyarakat kecil, pengusaha dan lainnya. Semua wajib melewati pemeriksaan dan ada barang-barang tertentu yang tidak bisa dibawa ke pesawat.

”Kalau pun pejabat atau pengusaha atau orang penting diperlakukan sama, itu lah standar yang dikeluarkan dan berlaku sama di seluruh dunia,” bebernya lagi.

Dari tujuh bandara di Kepri, baru dua yang masuk kategori internasional yakni Bandara Hang Nadim Batam dan Bandara RHF Tanjungpinang.

Di Indonesia, Bandara Hang Nadim, selain masuk kategori bandara internasional, juga ditetapkan sebagai bandara embarkasi/debarkasi haji di Indonesia.

Adapun bandara embarkasi/debarkasi haji di Indonesia hanya 12 yakni, Bandara Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), Bandara Kuala Namu (Medan), Bandara Hang Nadim (Batam Provinsi Kepri), Bandara Minangkabau (Padang).

Bandara SM Badaruddin II (Palembang), Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Adi Sumarmo (Solo), Bandara Juanda (Surabaya), Bandara Sepinggan (Balikpapan), Bandara Hasanuddin (Makassar), Bandara Syamsuddin Noor (Banjarmasin) dan Bandara Internasional Lombok (Mataram).

Di Indonesia, terdapat 416 kabupaten dan 98 kota (total 514 kabupaten/kota). Sedangkan jumlah bandara di Indonesia sekitar 300. Artinya, masih banyak kabupaten/kota di Indonesia belum memiliki bandara. Beda dengan Kepri dimana semua kabupaten/kota sudah memiliki bandara. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here