Tiga Bulan, Investasi Rp5,5 Triliun

0
123
KAWASAN shipyard dan offshore di Kabil-Batam nampak penuh dengan orderan pembuatan kapal dan rig jacket. f-martua/tanjungpinang pos

Kurun waktu tiga bulan, investasi masuk ke Batam sekitar Rp5,5 triliun mulai 12 Juli – 15 Oktober. Investasi ini didaftarkan melalui Online Single Submission (OSS).

BATAM – BERDASARKAN data dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, investasi yang masuk lewat OSS yakni, Penanam Modal Asing (PMA) 21,63 persen atau nilainya Rp1.199.411.867.675. Sementara Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) 78,37 persen atau sekitar Rp4.345.867.512.965.

Hal itu diungkapkan Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Ady Soegiharto di Batam. Data Juli sampai Oktober 2018 merupakan data sejak OSS mulai dimanfaatkan.

”PMA jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan PMDN. Tapi saat ini kita upaya untuk meningkakan investasi asing,” kata dia.

Sementara Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo didampingi Deputi Bidang Pelayanan Umum, Bambang Purwanto mengatakan, saat ini, investor yang menerima alokasi lahan, sekitar 20 perusahaan. 20 perusahaan itu diakui merupakan PMDN yang sudah mendapat dan disetujui BP, alokasi lahannya.

”Tapi ada juga PMA yang join dengan PMDN. Contohnya, dari Mesir yang join dengan PMDN. Ada juga Wiraraja yang membuat proyek pengolahan plastik bersama Cina. Tapi yang tercatat di BP, investornya Wiraraja membangun pabrik,” cerita dia.

Diakuinya, dari alokasi lahan yang sudah disetujui itu, investasinya senilai Rp5,2 triliun. Investor itu bergerak di sektor industri, jasa, perumahan, pariwisata.

”Jasa hotel, konvension, dagang Rp1,3 triliun, perumahan Rp443 miliar. Pariwisata luar biasa. Mereka komitmen Rp2,2 triliun. Ini BP mencoba destinasi pariwisata baru,” bebernya.

Diantaranya sektor industri Rp1,3 triliun, jasa Rp1,2 triliun, pariwisata Rp2,2 triliun dan perumahan Rp443 miliar.

Diantara perusahaan itu, ada PT Energi Unggul Persada yang bergerak di bidang revenery oil atau Crude Palm Oil (CPO) kelapa sawit. Perusahaan itu diakui investasi hampir Rp1 triliun. Saat ini, progresnya sudah sekitar 30 persen.

”Pembersihan lahan sekarang. Bangunan yang tidak memiliki legalitas sudah diselesaikan. Ini bidang reveneri pertama di Batam,” ujar dia.

Lokasi perusahaan itu, ada di Sei Mangki dan merupakan anak perusahaan Wimar. Perusahaan ini akan mengolah buah sawit untuk minyak. ”Ini semua yang sudah memiliki alokasi lahan,” imbuhnya.

Diantara investor itu, diakui ada yang memiliki nilai investasi Rp2,2 triliun. Perusahaan itu akan membangun terminal yatch dan hotel. Selain itu, ada jalan di pinggir pantai. ”Nanti itu mau dibuat terbuka untuk masyarakat. Masa pembangunan 10 tahun,” kata Dwi.

Sementara Bambang Purwanto mengatakan, untuk mendorong investasi, pihaknya terus mendorong pertumbuhan ekonomi Batam. 20 perusahaan itu diakui sudah mendapatkan alokasi lahan, tapi belum dibangun.

”Ada juga sebenarnya yang sudah invest, tapi dikawasan industri yang ada. 20 ini yang mendapat lahan baru,” imbuh Bambang.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here