Tiga Bus Damri Mangkrak

0
1177
Tiga bus Damri masih parkir di Terminal Sei Carang Bintan Centre (Bincen) Tanjungpinang. f-andri dwi s/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – Tiga unit bus Damri mangkrak di Terminal Sei Carang Bintan Centre (Bincen) Tanjungpinang, Jumat (17/2). Bus Damri tujuan Tanjungpinang-Tanjunguban Pergi Pulang (PP) ini sudah sejak awal Januari 2017 tidak beroperasi lagi.

Kantor Damri yang berada di Terminal Sei Carang Bincen Tanjungpinang juga tampak tidak ada petugas. Pintu kaca berwarna gelap dengan teralis besi itu tampak tertutup rapat.

Kasi Manajemen dan Rekasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, Mardimin mengakui Damri tujuan Uban-Tanjungpinang itu memang sudah lama tidak beroperasi.

Menurutnya, tiga bus Damri itu sudah lama parkir di Terminal Sei Carang Bincen, tanpa beroperasi.

”Yang saya tahu, mereka hanya numpang parkir bus Damri di Terminal Sei Carang ini,” ucap dia.

Menurutnya, Kalau ingin lebih jelas lagi tentang keberadaan bus Damri, disarankan untuk bertanya ke Dishub Provinsi Kepri. Karena katanya, Dishub Provinsi Kepri yang punya wewenang.

”Kita tidak punya wewenang di situ. Coba saja tanya ke Dishub Provinsi,” sebut dia.
Sementara itu, Kadishub Provinsi Kepri Jamhur menyebutkan ia akan koordinasi ke Dirjen Perhubungan Darat untuk tidak lanjut operasional Damri yang saat ini sudah tidak beroperasi lagi.

”Inikan terkait proses lelang subsidi yang belum selesai. Nanti, saya koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Darat,” kata dia kepada awak media.

Saat menjalani rute Tanjungpianng Uban, Damri ini tahun lalu sering menunggu penumpang di Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Tanjunguban sekitar pukul 08.30. Dari Tanjunguban Damri ini berangkat setiap pukul 10.00 WIB menuju Tanjungpinang.

Dari Tanjunguban Damri ini masuk ke daerah Pantai Sakera. Rute bus perintis ini memang tidak melalui Jalan Lintas Barat. Rute mereka merupakan rute babat alas atau rute yang minim angkutan publiknya.

Selain ber-AC, bus bantuan pemerintah pusat ini juga dilengkapi kursi empuk dan ada kamera Cctv dan GPS untuk memantau keberadaan bus.

Meski tidak ada penumpang, bus ini wajib berangkat sesuai dengan jam keberangkatannya
Ongkosnya Rp 14 ribu untuk orang dewasa dan Rp 7 ribu untuk pelajar dan mahasiswa.

Hanya saja, saat masyarakat umum dan warga mulai ketagihan dengan transportasi nyaman dan murah ini, justru pihak Damri yang berhyenti beroperasi dengan alasan saat ini belum ada pencairan subsidi dari pemerintah pusat. Kini ketiga bus itu mangkrak dan terancam jadi besi tua di terminal Sungai Carang. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here