Tiga Hari Dihantam Banjir, Perekonomian di Pelantar Melemah

0
243
JALAN menuju lorong pasar ikan dan pelantar KUD yang digenangi banjir, kemarin. F-raymon/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Memasuki hari ketiga setelah supermoon, pasar Tanjungpinang di kawasan pelantara masih dihantam banjir pasang air laut (banjir rob). Beberapa pedagang pun tidak bisa beraktivitas, ekonomi pasar melemah.

Pantauan di lapangan, lorong pasar yang digenangi banjir seperti lorong pasar ikan, perempatan simpang pelantar asam, pelantar alay. Banjir yang menggenangi lorong pasar di hari ketiga ini, tidak setinggi pada saat banjir sebelumnya.

Aseng pedagang mengatakan, kalau dilihat dari air yang pasang pada hari Minggu kemarin, sudah tidak tinggi lagi. Banjir yang terjadi Sabtu (3/1) lalu, paling besar jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

”Pasang air laut tahun ini, adalah yang paling besar. Semalam (Sabtu, red) puncak pasangnya, sekarang sudah surut hanya dataran rendah saja yang masih banjir,” katanya Minggu (4/1) kemarin.

Menurutnya, naiknya air itu dikarenakan bulan besar, dan biasa terjadi setiap tahunnya, menjelang perayaan Imlek. ”Kalau kita bilang, ini bulan 18. Itu merupakan daerah yang rendah, tapi tidak semua jalan digenangi dengan air laut,” tambahnya.

Menurutnya, banjir pasang air laut ini sangat mempengaruhi perekonomian. Terutama untuk dagangan di toko miliknya, yang terkena dampak banjir rob. Imbasnya, para pembeli sangat jarang masuk untuk berbelanja.

”Motor tidak bisa masuk, orang enggan untuk melewati banjir. Jadi tidak ada pembeli yang datang,” tuturnya.

Ia mengharapkan adanya perhatian pemerintah dalam membenahi jalan dan drainase. Terutama untuk badan jalan yang masih rendah, agar ditimbun. Sedangkan paritnya, didalamkan. ”Jalan masih banyak yang rendah. Kita harapkan bantuan pemerintah untuk perbaikan jalan,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here