Tiga Hari ke Depan Diprediksi Hujan

0
681
STASIUN BMKG: Prakirawan suaca Stasiun BMKG Tanjungpinang, Arditho sedang menunjukkan kondisi cuaca di layar monitor. F-Andri Dwi S/Tanjungpiang Pos

TANJUNGPINANG – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang, memprediksi cuaca tiga hari ke depan akan diguyur hujan. Dimulai dari pagi hingga sore harinya. Hal ini disampaikan prakirawan cuaca dari Stasiun BMKG Tanjungpinang, Arditho kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (12/7). Di pagi hari, kata dia, berpotensi hujan deras hingga merata membasahi Kota Tanjungpinang. Setelah masuk siang hari, curah hujan mulai berubah, dari deras menjadi gerimis.

”Hujan gerimis inipun sifatnya lokal saja. Tidak sama dengan di pagi hari, yang hujan deras dan merata,” kata dia sambil menunjukkan layar monitor dihadapannya. Ia minta masyarkat untuk berhati-hati karena hujan juga akan disertai dengan potensi geluduk atau petir secara tiba-tiba. Berbeda dengan kondisi cuaca di malam hari, yang hanya cenderung berawan.

Baca Juga :  Tanjungpinang Pemasok Ikan Bilis ke Pekanbaru

”Tapi kita perlu berhati-hati juga. Bisa jadi secara tiba-tiba, kondisi cuaca langsung berubah,” ucap dia. Sampai saat ini, lanjut dia, kecepatan angin bertiup hanya 5-30 Km per jam. Ini artinya, kecepatan angin saat ini masih dalam kondisi normal.

”Kecepatan tiupan angin di daerah kita masih dibilang normal,” tuturnya. Ia meminta masyarakat tetap berhati-hati saat beraktifitas di luar. Tidak menutup kemungkinan terjadinya hujan deras disertai kilat atau petir dan angin kencang. Ini disebabkan munculnya awal Cumulonimbus (Cb).

Baca Juga :  Tiga Perusahaan Janjikan Atasi Banjir

Ciri-ciri awan tersebut warna abu-abu atau hitam. Tebal vertikal yang menjulang sangat tinggi, padat, mirip gunung atau menara.  Bagian pucuk awan ini berserabut, tampak berjalur-jalur dan hampir rata, melebar mirip bentuk landasan yang disebut anvil head. Awan ini terlibat langsung dalam badai petir dan cuaca ekstrem lainnya.

Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Awan seperti ini menciptakan petir melalui jantung awan. Awan ini dapat terbentuk lagi menjadi supersel, sebuah badai petir besar.  ”Jadi, kita perlu berhati-hati apabila melihat awan Cb itu,” imbau dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here