Tiga Kampung Terhubung Pelantar

0
77
Pekerja sedang mengerjakan pelantar penghubung yang menghubungkan tiga kampung di kawasan Tanjungunggat Tanjungpinang. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pemprov dan Pemko Tanjungpinang membangun pelantar penghubung dari RT3 ke RT6 sampai dengan RT7 di wilayah RW3, Kelurahan Tanjungunggat Kecamatan Bestari. Jembatan penghubung ini hampir rampung.

Pantauan Tanjungpinang Pos di lapangan, Rabu (29/8) kemarin, masih terlihat para pekerja mengerjakan pelantar penghubung kampung tersebut. Ada pekerja yang sedang merakit besi menggunakan kawat, melekatkan semen di pelantar tersebut sampai dengan mendorong gerobak berisi adonan semen untuk lantai pelantar penghubung.

Pengerjaan proyek pembangunan pelantar penghubung diperkirakan sudah sekitar dua bulan. Pelantar penghubung ini dibangun, supaya warga tidak bangun rumah lebih jauh ke laut lagi.

”Hampir selesai, pekerjaanya sekitar dua bulan gitu,” ucap salah satu pekerja pembangunan pelantar penghubung yang enggan namanya dimasukkan di koran harian Tanjungpinang Pos, Rabu (29/8).

Menurut pekerja, setelah jembatan penghubung selesai dibangun, akan dilanjutkan pembangunan pagar jembatan. ”Nanti, pagarnya kita kasih besi panjang gitu. Tapi, kita selesaikan lantai dulu,” singkatnya.

Sementara itu, Ketua RW3, Idham Khalik mengatakan, 90 persen pekerja proyek pelantar penghubung dari masyarakat tempatan yang tinggal di wilayah RW3 selesai. ”Warga setempat ikut mengawasinya. Kita tidak mau pelantar dibangun menggunakan anggaran pemerintah asal-asalan kualitasnya,” kata Idham Khalik yang dijumpai di kediamannya tidak jauh dari pembangunan proyek pelantar penghubung tersebut.

Warga merasa senang, dapat pembangunan pelantar di kampungnya. Jadi, warga yang tinggal di RT 03, RT06, RT07 wilayahnya bisa tersampung mengunakan jembatan pelantar. ”Kita sangat senang dan bangga sekali,” ucap dia.

Menurutnya, dengan adanya pembangunan pelantar penghubung bisa bermanfaat masyarakat yang tinggal di lingkungan RW3. Karena telah memudahkan masyarakat untuk silaturahmi dengan tetangganya, khususnya masyarakat yang tinggal rumahnya di laut. Sebelum dibangun pelantar penghubung, terlebih dahulu masyarakat harus menginjakkan kakinya di darat baru ke rumah tetangga lainnya. ”Antara RT satu ke RT lainnya, wilayahnya sudah dekat,” ujarnya.

Selain itu, pembangunan pelantar penghubung salah satu akses memudahkan masyarakat untuk keluar dari rumah, apabila terjadi kebakaran lagi. ”Dulu pakai terjun kelaut. Alhamdulillah pemerintah sudah memperhatikan kita di sini,” sebut dia.

Ditempat terpisah, Lurah Tanjungunggat, Said Fatahillah mengatakan, pembangunan pelantar penghubung adalah program pemerintah. Kemudian, pelantar penghubung salah satu mencegah masyarakat untuk tidak lagi membangun rumah di laut. ”Pelantar penghubung seperti batas masyarakat untuk tidak lagi bangun rumah di laut,” kata Said Fatahillah.

Selain itu, kata Said, pelantar penghubung salah satu akses masyarakat untuk cepat keluar dari rumah, apabila terjadi kebakaran. ”Dulu masih pemerintahan ditangan Pak Lis berjanji untuk buat akses ini. Alhamdulillah, terwujud sekarang ini,” singkatnya. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here