Tiga Kecamatan Baru Segera Aktif

0
107
RAKOR pemekaran kecamatan yang dilakukan Bupati Lingga, OPD dan instansi terkait di Gedung Daerah Daik beberapa waktu lalu. F-istimewa

Pemerintah Kabupaten Lingga wacanakan akan mengaktifkan tiga kecamatan baru, hasil pemekaran Kecamatan Senayang di Kabupaten Lingga yakni Kecamatan Katang Bidare, Bakung Serumpun dan Kecamatan Temiang Pesisir akan segera diaktifkan namun akan menunggu Presiden RI Joko Widodo ke Lingga.

LINGGA – Tiga kecamatan ini telah mendapat nomor register dari Direktur Jendral Toponimi dan Batas Daerah Kemendagri. Hal ini dikatakan Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar, kemarin.

”Insya Allah di bulan Oktober ini, atau minggu setelah selesainya kehadiran Pak Presiden ke Lingga, kami akan aktifkan kecamatan itu,” kata Nizar, Kamis (18/10).

Ia menjelaskan, wilayah Kecamatan Senayang yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan besar itu memang sudah seharusnya dimekarkan.

Saat ini, di Kecamatan Senayang sendiri terdiri lebih kurang 18 desa dengan jumlah kepadatan penduduknya hampir mencapai 20 ribu jiwa dengan penyebaran dari pulau ke pulau.

”Rentang kendali menjadi salah satu solusi ditambahnya kecamatan ini,” ucapnya.

Menurutnya, wilayah Senayang dari dulu hingga sekarang merupakan wajah Kabupaten Lingga yang dilewati tamu-tamu daerah dari Batam dan Tanjungpinang.

Dengan demikian, pastinya wilayah Senayang yang menjadi gerbang masuk tersebut harus dipoles sedemikian rupa.

”Harapan besar kami dengan penambahan tiga kecamatan baru ini, dapat merubah wajah itu menjadi lebih cantik. Ke depan, tentunya para camat dan stafnya dapat menjalankan tugas yang dengan RPJMD dan disejalankan dengan RTRW yang sedang diselesaikan,” imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, Bupati Lingga H Alias Wello menyebutkan bahwa masyarakat desa yang masuk ke wilayah Kecamatan Katang Bidare segera memutuskan lokasi ibukota kecamatan.

Sehingga, pemekaran dapat segera disahkan Perda oleh DPRD Lingga.

”Terkait pemekaran daerah, dimana pun itu selalu berujung konflik. Polemik yang kerap terjadi yakni persoalan tata letak ibukota. Namun, hal ini tentu tidak menjadi pemicu perselisihan antar warga desa. Pemekaran adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan, masyarakat melalui kedekatan rentang kendali birokrasi pemerintahan,” kata Alias Wello.

Pria yabg akrab disapa Awe ini bercerita, persoalah penetapan ibukota juga pernah dirasakan Kabupaten Lingga 14 tahun silam.

Saat itu, debat berkepanjangan peletakan ibukota antara Daik dan Dabo Singkep membuat sejumlah tokoh dan pihak pengambil kebijakan lelah. Namun, dia bersyukur hari ini ketentraman dapat tercipta.

”Pekerjaan pemekaran lazimnya, selalu memberikan perbedaan prinsip. Sehingga, kalau tidak dikendalikan bersama dan menimbulkan konflik,” kata Awe.

Untuk itu, Awe mengharapkan kepada masyakarat dan sejumlah tokoh di Kecamatan Bakung Serumpun dan Temiang Pesisir yang sudah tahu letak ibukota tidak menyimpan bara yang kemudian menimbulkan konflik ke depannya. (TENGKU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here