Tiga Pulau Disulap jadi Kawasan Wisata

0
378
RUMAH dan lokasi wisata dibangun di Pulau Manis atau Funtasy Island di Kecamatan Belakangpadang, Batam. f-net

Pemerintah Kota Batam mengembangkan tiga pulau khusus sektor wisata. Ketiga pulau itu akan dibangun swasta. Dimana pulau-pulau itu akan dibangun resort dan ditargetkan akan selesai dalam dua tahun depan.

BATAM – Walau dijadikan kawasan pariwisata, namun diakui tidak diajukan dalam rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Pengembangan ketiga pulau itu, diakui Wali Kota Batam, HM Rudi, Senin (30/7) di Batam. Sementara pihak swasta yang membangun pulau-pulau itu ada tiga perusahaan. Di pulau itu tidak ada warga nantinya, kecuali dunia usaha pariwisata itu.

”Ada beberapa pulau yang dibangun swasta. Sudah tiga yang proses bangun untuk resort,” kata Rudi.

Diakuinya, tiga pulau dibangun dan akan dikelola tiga investor untuk resort. Namun Rudi enggan mengungkapkan nama-nama pulau itu. Rudi memilih untuk merahasiakan ketiga pulau itu.

”Itu resort, tidak ada (nanti) pemukiman penduduk. Ini akan selesai 2 tahun lagi. Nantilah kalau sudah selesai dibangun. Itu swasta yang membangun,” bebernya.

Saat ditanya apakah ketiga pulau itu akan diajukan masuk dalam KEK Pariwisata, Rudi mengatakan tidak. Tiga investor itu disebut Rudi tidak meminta untuk masuk KEK. ”Tidak diajukan KEK pariwisata. Mereka tidak butuh pariwisata. Jadi tetap normal. Saya maunya KEK, tapi mereka tidak soal KEK. Makanya pembangunan sudah berjalan,” imbuh Rudi.

Sebelumnya, Rudi mengungkapkan tiga pulau di Batam yang akan dikembangkan di hinterland. Namun menurut Kabag Humas Pemko Batam, Yudi, pulau dimaksud bukan pulau yang tahun lalu disampaikan Rudi dikembangkan. ”Bukan itu, ada pulau lain. Biar pak Wali yang menyampaikan nanti,” kata Yudi.

Rudi sendiri mengungkapkan, pulau di hinterland yang dibangun untuk pariwisata, ada Pulau Pemping, Pulau Labun, Pulau Putri dan lainnya. Untuk Pulau Putri yang berdekatan dengan Nongsa dan Pulau Nongsa dan menghadap Singapura, akan dijadikan lokasi wisatawan.

Dijelaskan Rudi, konsep pembangunan yang diterapkan di masa kepemimpinannya, untuk digunakan dalam jangka panjang 30 sampai 50 tahun ke depan. Termasuk pembangunan jalan dan halte.

”Saat ini masih dalam pembagunan dan pelebaran jalan. Nanti apabila sudah selesai pembagunan jalan akan kita siapkan halte yang representatif,” harapnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here