Tiga Shift Jaga Lampu Jembatan

0
475
BERKUNJUNG: Masyarakat Tanjungpinang ramai mengunjungi Jembatan Sungai Carang yang dipasang lampu warna-warni pada malam hari. f-Istimewa

TANJUNGPINANG – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang menugaskan tiga orang dalam sehari menjaga lampu di Jembatan Sungai Carang.

Pasalnya, anggaran pengadaan lampu tidak murah, yaitu Rp 3,2 miliar di APBD Murni 2017 ini.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan, Pemakaman dan PJU dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri mengakui, jika tidak dijaga, kemungkinan lampu-lampu akan hilang.

Dulunya di kawasan itu sudah terpasang lampu jalan agar malam tidak gelap, namun satu per satu hilang dicuri pihak tak bertanggungjawab.

Kini sudah ada petugas berjaga secara bergantian dalam sehari. ”Ada yang pagi ke sore, ganti penjaga hingga ke malam dan shift selanjutnya sampai ke pagi. Begitu seterusnya,” tuturnya.

Meskipun diakuinya, menetapkan orang menjaga bukan yang paling efektif. Sudah seharusnya menggunakan CCTv, namun keterbatasan anggaran, kini belum bisa direalisasikan.

”Tidak ada anggaran pemasangan CCTv di APBD P 2017 dan Murni 2018 pun mendatang. Jadi masih akan dijaga petugas tersebut,” paparnya.

Ia menambahkan, jembatan kini banyak di kunjungi. Biasanya untuk sekedar bersantai dan berfoto atau selfie. Warna jembatan juga setiap hari berubah-rubah, sudah di setting menggunaka panel.

Senin, jembatan tersebut akan berwarna hijau, Selasa, merah. Warna biru di hari Rabu dan dilanjutkan biru dongker Kamis. Warna pink atau merah mudah di hari Jumat malam, kemudia. Sabtu dan Minggu malam akan berubah warna rainbow alias warna pelangi.

Lampu hias mulai hidup di jam 18.30 sampai jam 6.00 pagi besoknya. ”Berubahnya warna lampu hias di jembatanmenggunakan kontrol panel sudah di-setting,” tuturnya.

Bahkan rencananya, pada momen besar seperti memperingati hari kemerdekaan RI, warna lampu hias bisa dibuat merah-putih. Begitu juga dengan momen lainnya.

Ditambahkannya, dengan pemasangan lampu di kawasan jembatan bisa menjadi wadah bagi anak muda dan para keluarga bersantai. Jadi tidak identik dengan kegiatan anak muda untuk berpacaran lagi.

”Di sana sudah ada yang jaga, jadi anak-anak muda tidak boleh pacar-pacaran lagi. Apalagi kawasan tidak gelap lagi,” tuturnya.

Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Reni mengaku mendukung pembangunan. Hanya saja, lebih baik jika kawasan itu tidak di jaga hingga tiga orang dalam sehari.

Apalagi untuk jangka panjang, lebih efektif jika sudah menggunakan CCTv. ”Sekarang kan sudah canggih jadi sudah tepat menggukan CCTv, hanya saja yang mengoperasionalkan kabel panel atau lainnya baru ada petugas,” terangnya.

Bila Pemko merasa pemasangan CCTv membebani APBD, lebih baik meminta CSR dari berbagai perusahaan pemasangannya. ”Tidak butuh biaya besar paling,” imbuhnya.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here