Tiga Tersangka Baru Pungli di KSOP

0
498
tiga pegawai KSOP saat di bawa ke Rutan Tanjungpinang (1) f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Tim penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, menerima pelimpahan berkas tahap dua dari kepolisian, terhadap tiga oknum pegawai Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sri Bintan Pura (SBP) yang diduga melakukan pungli.

Ketiga tersangka tersebut, Ade Elsa, Sigit Pramono, dan Dedi Hartono kini berada di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tanjungpinang.

Jaksa Fungsional dan pemeriksa Pidsus Kejari Tanjungpinang, Gustian Juanda membenarkan telah menerima pelimpahan berkas kasus dugaan Pungli Surat Izin Berlayar (SIB) terhadap agen kapal.

Ini merupakan lanjutan dari kasus tiga tersangka yang sebelumnya telah selesai menjalani persidangan.

Ketiga oknum yang ditetapkan tersangka oleh Polres sebelumnya, Kepala Pos Domestik KSOP SBP Tanjungpinang, Sutoyo (47), Anggota Pos Domestik KSOP Tanjungpinang, Herbert P Simamora (30) dan Eri Priawan (27).

Ketiga terdakwa sebelumnya, telah divonis oleh majelis hakim dengan hukuman selama enam bulan penjara dan membayar denda senilai Rp 5 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar akan diganti dengan hukuman selama satu bulan kurungan. “Benar kita menerima tahap dua dari penyidik kepolisian,” katanya Rabu (9/5) kemarin.

Gustian Juanda menuturkan, pihaknya masih menyempurnakan berkas dakwaan yang akan diajukan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Terkait jaksa yang ditunjuk dalam persidangan nantinya, ia sendiri.

“Kita masih melengkapi dan menyusun dakwan yang akan secepatnya kita limpahkan ke pengadilan,” tuturnya.

Dijelaskan Gustian, dugaan tindak pidana yang dilakukan ketiganya, seperti yang tertuang dalam berkas perkara, yaitu karena menerima uang pembagian hasil Pungli dari agen-agen kapal di pelabuhan, “Untuk barang buktinya sesuai bukti – bukti dalam persidangan sebelumnya,” ujarnya.

Gustian menuturkan, modus pelaku meminta sejumlah uang kepada para agen kapal untuk biaya check in kapal dan penumpang.

Apabila para agen kapal tidak memberikan sejumlah uang, maka akan dipersulit oleh oknum pegawai syahbandar atau pelaku. Sehingga para agen secara terpaksa menyerahkan sejumlah uang tersebut. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here