Tiket ke Natuna Mahal karena Kurang Kompetisi

0
549
AKTIVITAS di Bandara Natuna masih sepi karena belum banyak maskapai yang melayani penumpang di bandara ini. F-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna, Kolonel Pnb Azhar Aditama mengungkapkan ada sejumlah faktor yang memicu mahalnya tiket penerbangan dari dan ke Natuna.

Hanya saja menurut Kolonel Azhar ada satu faktor utama yang menyebabkan ongkos pesawat itu mahal yakni faktor kekeliruan di awal-awal datangnya pesawat komersial ke Natuna.

Ia menjelaskan, dulu pemerintah Kabupaten Natuna awal-awalnya melakukan carter pesawat dengan harga tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan investasi penerbangan di maskapai Riau Air Line (RAL) yang sudah sejak lama dinyatakan pailit.

”Tiket ini jadi mahal penyebab utamanya adalah kekeliruan di awal. Dulu pemerintah mencarter pesawat dengan harga mahal seperti yang terjadi sekarang ini dan akhirnya harga tersebut masih tetap bertahan seperti yang di awal-awalnya dulu,” kata Kolonel Azhar di Lanud RSA, kemarin.

Menurutnya faktor yang satu ini susah diatasi karena meskipun harga tiket tinggi tapi tetap laku terjual ke konsumen.

”Logika bisnis menunjukkan bahwa tidak akan mungkin satu harga barang diturunkan bila masih laku dijual dengan harga tinggi. Pedagang bakso tidak akan mau menurunkan harga baksonya kalau masih laku dijual dengan harga Rp 10.000 semangkok. Seperti ini lah ilustrasi yang bisa digambarkan mengenai harga tiket penerbangan kita di Natuna,” paparnya.

Namun begitu, Kolonel Azhar mengakui terdapat juga faktor lain yang menyebabkan harga tiket itu mahal di antaranya jumlah maskapai yang masih kurang sehingga ajang kompetisi masih belum terbuka lebar. Menurutnya, faktor rute penerbangan yang memutar juga turut menjadi pemicu kenaikan harga tiket.

”Faktor menghindari wilayah yang dikuasi Singapura juga termasuk jadi alasan tiket mahal ini. Tapi kami ingin menambah jumlah penerbangan agar harga bersaing, cuma kalau penerbangan ditambah, penumpangnya dari mana. Ini juga masalah yang harus kita akui,” pungkasnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here