Tiket Pesawat Lebih Murah Transit di Singapura

0
277
PESAWAT sedang parkir di Bandara Hang Nadim Batam sambil menunggu jadwal keberangkatan. f-istimewa/humas bp batam

Warga Banyak Mengurus Paspor

Karena harga tiket pesawat domestik lebih mahal dibandingkan transit lewat luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, akhirnya warga Batam ramai-ramai mengurus paspor.

BATAM – KEJADIAN ini akan membuat kunjungan turis ke luar negeri meningkat dibandingkan ke dalam negeri, karena warga lebih memilih naik pesawat lewat luar negeri.

Keluhan dari berbagai daerah kunjungan turis dan wisatawan nusantara (wisnus) menurun lantaran harga tiket pesawat selangit ada benarnya.

Pengelola Bandara Hang Nadim Batam juga merasakan turunnya jumlah penumpang sekitar 1.200-an orang per hari sejak harga tiket pesawat mahal.

Pengusaha oleh-oleh juga mengeluh karena penjualan mereka turun hingga 40-60 persen akibat bagasi penumpang yang wajib berbayar naik pesawat. Pengunjung berpikir dua kali membawa oleh-oleh khas Batam karena harus mengeluarkan uang lagi untuk bayar bagasi.

Pihak Imigrasi Batam juga merasakan antusias warga yang membeludak mengurus paspor sejak kenaikan harga tiket pesawat yang cukup tinggi.

Harga tiket pesawat domestik yang tinggi, membuat peningkatan jumlah permintaan paspor meningkat. Namun kesanggupan pihak Imigrasi Batam hanya bisa membuat 500 paspor per hari.

Sehingga pihak Imigrasi Batam mengajukan tambahan kuota ke Imigrasi Provinsi Kepri. Pihak Imigrasi sendiri menilai, kenaikan harga tiket pesawat domestik tidak bisa dipastikan dengan pengurusan paspor. Tapi kecenderungan itu diakui ada.

Demikian disampaikan Kepala Imigrasi Kelas 1 Batam, Lucky Agung Binarto, Senin (21/1) di Batam.

Ia mengatakan, tingginya minat pemohon pembuatan paspor pada awal tahun ini, tidak bisa dikaitkan secara langsung dengan tingginya harga tiket pesawat.

Sehingga warga memilih bepergian melalui negara tetangga Singapura atau Malaysia.

”Namun kecenderungan itu, cukup kuat jika melihat signifikansi yang ada perbedaan harga tiket yang memang mencolok, dibandingkan transit Malaysia,” ungkapnya.

Harga yang mencolok terlihat dari data yang bisa diakses di situs penjualan tiket online. Lucky sendiri juga merasakan perbedaan yang cukup mencolok.

”Saya ke Bangka Belitung lewat Singapura, memang jauh berbeda harganya kalau berangkat langsung dari Batam. Dari Singapura tidak sampai Rp1 juta,” bebernya.

Tingginya harga tiket pesawat untuk rute domestik itu, dinilai memberi dampak pada kepadatan layanan pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Batam. Layanan Paspor Simpatik yang dibuat Imigrasi Batam sejak awal Januari 2019, ramai diminati masyarakat.

”Jumlah pemohon bisa sampai 800 sehari. Kita hanya sanggup layani 500,” kata Lucky.

Sebelumnya, kata dia, pemohon biasanya lebih sedikit dari kuota yang ditentukan. Namun saat ini, jumlah pemohon mencapai dua kali dari kuota yang ada.

Karena tingginya permohonan pembuatan paspor ini, Lucky mengaku sudah mengajukan penambahan kuota kepada Kantor Imigrasi Provinsi Kepri.

”Diharapkan masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan pelayanan pembuatan paspor, bisa memiliki peluang lebih cepat untuk dilayani,” imbuhnya.

Layanan Paspor Simpatik saat ini sedang dijalankan Imigrasi Batam. Lucky mengatakan bahwa layanan tersebut merupakan salah satu bagian dari kegiatan ekstra menyambut hari bakti ke-69 Imigrasi.

”Jumlah warga yang memanfaatkan fasilitas tambahan tersebut juga terbilang tidak biasa. Kita harapkan Maret kuota penambahan kuota layanan bisa bertambah,” harapnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here