Tim Polres Tangkap Pengedar Narkoba

0
1022
Kapolres, Wakapolres dan Kasat Reskrim ketika melakukan konferensi pers. F-Indra Gunawan/Tanjungpinang Pos.

ANAMBAS – Tim Polres Anambas berhasil mengamankan dua tersangka pengedar dan pemakai narkoba jenis Sabu J (30) dan HR (33) beserta barang bukti seberat 10 gram saat melaksanakan transaksi jual beli di daerah Antang, Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan, Senin (24/12) kemarin.

Sebelum ditangkap anggota Reskrim Polres Kepulauan Anambas, Jamri (salah seorang tersangka) sempat melakukan perlawanan. Bahkan membuang barang bukti Sabu ke laut, dengan mengikat paket sabu dengan getah karet ke handphone miliknya dan membuat barang bukti menjadi tenggelam.

Tim dari kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Anambas langsung menyelam dibantu oleh anggota Basarnas mengambil barang bukti yang telah di buang.

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Junoto, SIK mengatakan, tersangka Jamri, merupakan pemain lama dalam kasus narkoba, karena pada tahun 2011 pernah ditangkap Polsek Siantan karena membawa ganja dan di tahan tiga tahun.

“Jamri ini merupakan pemain lama, dia pernah ditahan saat ini kasus ganja di Polsek Siantan,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di Mapolres Kepulauan Anambas di Pasir Peti, Rabu (26/12).

Junato menuturkan, untuk mendapatkan barang bukti tersebut Polres meminta bantuan Basarnas karena ke dalam laut mencapai tujuh meter.

“Tersangka selain melawan anggota saat ditangkap juga mencoba mengelabui anggota dan membuang barang bukti ke laut,” ungkap AKBP Junoto.

Kata dia, kejadian itu terjadi pada tanggal 24 Desember 2018 sekitar pukul 13.00 WIB, di Pelabuhan Antang tepatnya di dalam satu unit kapal pompong yang di sewa mereka (tersangka).
“Barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu buah dompet kecil berwarna oranye, tiga bungkus plastik bening berukuran besar yang berisikan kristal bening berwarna kemerahan yang diduga narkoba jenis Sabu, alat penghisap Sabu, korek api, pipit penghisap, satu botol mineral dan barang bukti lainnya,” jelas dia.

Junoto menjelaskan, sekitar pukul 13.00 WIB anggota Satreskrim Kepulauan Anambas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang laki-laki yang di duga sebagai sebagai pengedar narkoba.
Kemudian anggota melakukan pengintaian dan pukul 14.00 WIB anggota Satreskrim mengamankan dua orang laki-laki diatas pompong.

“Dari pengakuan tersangka sebelumnya mereka juga telah menggunakan Sabu tersebut di dalam pompong. Kita sudah tes urine terhadap dua tersangka hasilnya positif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penangkapan 10 gram Sabu dengan nilai sekitar Rp10 juta tersebut merupakan penangkapan terbesar Polres Anambas selama dua tahun Polres berdiri.

Dituturkannya, terjadi perubahan modus distribusi masuknya narkoba di Anambas. Dulu distribusi narkoba menggunakan kapal feri cepat, sehingga pihak ke Polisian dapat langsung mengamankannya, namun kini modus tersebut berubah dengan menggunakan kapal pukat mayang.

“Hal ini terus kita dalami untuk menghancurkan distribusi narkoba ke daerah ini,” tegasnya.

Masih kata Junoto, tersangka saat ini terancam pasal 112 ayat 2 no 35 tahun 2009 tentang narkotika, pasal 114 ayat ayat 1 dan pasal 127 ayat 1. Dimana tersangka dapat dipidana paling singkat 5 tahun dan paling lambat 20 tahun.

Junoto menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga keluarganya agar tidak mencoba menggunakan narkoba, karena akan sangat merugikan dan merusak masa depan.

“Jaga keluarga kita jangan sampai menggunakan narkoba karena sangat merugikan,” tutupnya. (ign)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here