Tim Sanur Angkat Bicara Soal Cawagub

0
641
DISKUSI : Para tokoh masyarakat dan Tim Sanur, kemarin berdiskusi membahas soal Wagub Kepri yang masih kosong. F-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Tokoh masyarakat Tanjungpinang yang merupakan sahabat almarhum HM Sani dan Tim Pemenangan HM Sani-H Nurdin Basirun (Sanur) angkat bicara.

Lamanya pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Kepri membuat mereka prihatin. Kondisi ini bukan hanya merugikan pemprov dari segi pemerintahan, namun masyarakat juga dirugikan.

Undang-undang juga mengharuskan ada wakil gubernur. Yang dialami Kepri adalah bukan kampanye atau pilkada ulang, namun hanya memilih pengganti cawagub. Kok harus lama.

Rabu (22/3) kemarin, sejumlah tokoh bergabung dan mendiskusikan ini di rumah makan sop ayam kampung di Jalan Rumah Sakit, Tanjungpinang. Bersama mereka hadir juga sejumlah wartawan media massa.

Mereka yang hadir adalah, Abdul Razak tokoh masyarakat yang juga sahabat HM Sani dan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Bachtiar, Idris Siraj, Ibu Masita, Said Abdurahman dan Chandra Wijaya.

Abdul Razak, Bachtiar dan Idris Siraj merupakan tokoh Kepri. Tiga-tiganya ini adalah mantan Ketua DPRD Kepri (sebelum pemekaran) dan Ibu Masita anggota DPRD di zaman itu.

Abdul Razak mengatakan, pemilihan cawagub Kepri ini memang berbaur politis. Sebab, kandidat harus mendapatkan persetujuan partai dan penentu siapa yang terpilih nanti adalah DPRD Kepri.

Karena itu, katanya, selaku tokoh masyarakat, alangkah baiknya dua nama dari Tim Sanur yakni Isdianto dan Rini yang masuk ke bursa itu.

Dalam hal ini, gubernur yang juga pasangan HM Sani serta pengurus Parta NasDem hendaknya bisa mempercepat pemilihan ini. Karena ini selalu ditunggu masyarakat.
Soal siapa yang terpilih nanti, serahkan saja ke dewan.

”Tapi dipercepat, jangan begini terus. Sudah berapa lama ini kosong,” katanya.

Selama ini, pihaknya terus meredam keinginan warga yang hendak demo dan membuat onar. Mereka tak menginginkan ini terjadi.

”Kita akan kawal terus ini. Tidak perlu demo. Tak perlu ribut. Kita serahkan saja ke mekanismenya. Toh ini bukan pemilihan umum. Pemilihannya ada di dewa. Biarkan mereka bekerja,” jelasnya.

Memang, kata dia, dirinya pernah bertelepon dengan Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah dan Asisten I Pemprov Kepri Raja Ariza terkait keinginan massa yang hendak demo.

Demo itu mempertanyakan Nurdin kenapa berlama-lama mengirim dua nama cawagub ke DPRD. Sehari kemudian, Nurdin mengirim dua nama ke DPRD Kepri dan rencana aksi demo tidak jadi.

Hal-hal seperti ini perlu dicermati bersama. Ini karena masyarakat yang menginginkan perlu segera ada Cawagub.

Said Abdurahman mengatakan, Tim Sanur sendiri sudah membahas hal ini dan hanya dua nama yang direkomendasikan yakni Isdianto dan Rini, putri HM Sani.

Kenapa Isdianto dan Rini? Itu karena Rini putri HM Sani dan Isdianto adik HM Sani.

”Jadi, masih dari keluarga mendiang Pak Sani,” katanya.

Jika kembali ke sejarah awal, dua-duanya mereka berjasa. Rini langsung masuk tim dan sebagai bendahara. Sedangkan Isdianto tidak masuk tim karena posisinya PNS.

Namun, Isdianto berada di luar serta mendukung mereka. Sehingga, wajar juga Isdianto masuk dalam ring utama yang diusulkan Tim Sanur.

Kemudian, orang-orang yang berjuang lah harusnya yang layak duduk menjadi Cawagub. Sebab, mereka juga yang memenangkan pertarungan kemarin.

Karena itu, posisi itu hendaknya diisi mereka yang sudah letih dan mengorbankan tenaga dan pikiran memenangkan Sani-Nurdin.

Kata Said, saat ini muncul nama-nama nama-nama cawagub lain yang selama ini posisi mereka entah dimana. Mereka tidak masuk dalam tim dan belum tentu berjuang untuk Sanur.

Namun, Rini sudah jelas-jelas berkorban untuk Sanur. Karena itulah, namanya sangat diharapkan masuk dalam bursa dua nama cawagub itu.

Rini, kata dia, sudah dikenal masyarakat terlebih saat dirinya kerap mendampingi Ayah Sani saat kampanye dulu. Dibandingkan cawagub lainnya, nama Rini lebih meluas di Kepri lantaran ikut keliling HM Sani selama kampanye.

”Jika ditanya soal pengalaman, memangnya lima cawagub yang lain sudah pernah wakil gubernur? kan belum. Sama-sama belum pernah wakil gubernur,” bebernya.

Rini itu bukan birokrat. Namun, perlu diketahui, di Kepri ini kepala daerah hanya dua orang birokrat. Selainnya dari politisi, pengusaha, termasuk mantan kapten kapal.

Chandra Wijaya mengatakan, apa yang disampaikannya merupakan aspirasi tim sanur terutama mereka yang lelah di lapangan sebagai saksi.

Ribuan saksi Sanur berharap Rini atau Isdianto masuk ke bursa cawagub. ”Tim kita minta yang duduk jadi Cawagub yang direkomendasikan Tim Sanur atau dari Tim Sanur,” katanya.

Ini penting, karena keinginan masyarakat adalah dari keluarga alharhum Ayah Sani yang duduk menggantikan Nurdin Basirun sebagai Wakil Gubernur.

Namun Tim Sanur juga mengetahui bahwa mereka hanya bisa mengajukan dua nama ke Nurdin Basirun. Biarlah Nurdin turut membantu karena dirinya juga menjadi gubernur atas tim tersebut.

”Penentu bukan Pak Nurdin. Karena syarat utamanya adalah ketetapan parpol pengusung dan nanti pemilihan di DPRD Kepri. Tapi Pak Nurdin juga pengurus parpol, bisa membantu,” bebernya.

Said mengatakan, jika pemilihan Cawagub ingin cepat, wewenang itu ada juga di DPRD Kepri.

”Kalau mereka minta nama itu dua bulan lagi misalnya, mau tak mau kan. Tapi ini tak ada dari mereka,” katanya mengibaratkan. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here