Tim Sukses Tak Boleh Saling Menjatuhkan

0
733

Tokoh masyarakat Tanjungpinang Teja Alhabd berharap masyarakat tidak terpecah belah dan tidak mudah terprovokasi saat penyelenggaraan pilkada Tanjungpinang 2018 mendatang.

TANJUNGPINANG – Selain itu, ia meminta agar pihak-pihak yang nanti berkompetisi tidak memanas-manasi dan memancing masyarakat. Pilkada Tanjungpinang bagi dirinya adalah pesta demokrasi yang harus disambut dengan gembira.

Bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang maju di pilkada memiliki niat yang baik, untuk membangun Tanjungpinang, ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jangan sakiti bakal calon wako dan wawako hanya gara-gara beda dukungan.

”Saya tidak setuju pilkada dijadikan ajang untuk memutus tali silaturahmi apalagi saling menjatuhkan antar sesama tim sukses. Pilkada pesta demokrasi yang harus disambut dengan gembira,” tegasnya.

Bagi Teja, pilkada pesta rakyat lima tahun sekali. Harus disambut dengan suka cita. Tidak boleh disambut dengan perkelahian, saling menjatuhkan. Jangan sampai gara-gara pilkada warga terblok-blok. Beda dukungan di pilkada tidak berarti saling membenci. ”Tim sukses jangan sampai saling menjelekan tak baik,” tegasnya.

Kata dia siapa yang menjadi pemenang di pilkada nanti tergantung masyarakat. ”Aduk airnya tangkap ikanya. Bagaimana cara mengaduk airnya supaya ikanya muncul, saya rasa bakal calon sudah tahu,” tegasnya.

Hal sama juga disampaikan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang H Raja Alhafiz. ”Kita ingin pilkada berjalan sukses dan bukan ajang untuk memutuskan tali persaudaraan gara-gara hanya beda dukungan,” tegasnya.

Ia juga mengajak kepada masyarakat agar memilih calon pemimpin yang cerdas. Serta sanggup untuk membuat perubahan, dan bisa mensejahterakan masyarakat Kota Tanjungpinang nantinya. Perubahan yang dimaksud adanya pembangunan di daerah yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

Kemudian, pembangunan tersebut bisa berdampak meningkatkan perekonomian masyarakat Tanjungpinang. Ia juga minta Wako mendatang harus membangun pusat kuliner. Supaya wisatawan yang berkunjung ke Tanjungpinang, bisa langsung menikmati masakan khas Melayu di Tanjungpinang.

”Ya, masih banyak lagi perubahan berdampak langsung ke perekonomian masyarakat. Saya rasa calon pemimpin kita sudah memikirkan ke arah sana,” kata Raja Alhafis.

Ajakan yang disampaikan Raja Alhafiz bertujuan untuk mengindari terjadinya golongan putih alias golput pada Pilwako Tanjungpinang tahun 2018 mendatang. Kalau sudah golput, berarti masyarakat yang memiliki hak suara tapi tidak menyalurkan haknya di bilik suara disaat memilih calon Wako dan Wakil Walikota Tanjungpinang. ”Warga yang baik jangan golput di pilkada nanti,” ajaknya.

Selain itu, dia berharap, pada calon kandidat yang bakal maju di Pilwako Tanjungpinang, untuk betul-betul menyampaikan visi misi kepada masyarakat. Supaya visi misi yang disampaikan bisa diterima oleh masyarakat. Ini salah satu mencegah masyarakat yang memiliki hak suaranya untuk tidak memilih di Pilwako Tanjungpinang.

Kata dia, siapapun yang jadi Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang nanti, ia berharap, mampu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

”Kalau perekonomi sudah berkembang, ya, kita harapkan kepada Wako nanti agar budaya Melayu kita di sini (Tanjungpinang, red) juga dikembangkan. ,” sebut dia.(ABAS – ANDRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here