Timpora Waspadai Turis Tiongkok dari RHF

0
319
TIM Pengawas Orang Asing (Timpora) Kabupaten Bintan memadu kekuatan bersama, usai rapat evaluasi pengawasan orang asing di Kantor Bupati Bintan, Selasa (6/3). F-ISTIMEWA

BINTANBUYU – Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) Kabupaten Bintan tetap mewaspadai turis asal Tiongkok, yang masuk ke Bintan dari pintu masuk bandara RHF Tanjungpinang. Hal ini menjadi pembahasan utama pada saat rapat koordinasi Timpora Kabupaten Bintan, yang dipimpin Bupati Bintan H Apri Sujadi bersama Wabup H Dalmasri Syam, Selasa (6/3) kemarin.

Dalam rapat Timpora Bintan tersebut, Pemkab Bintan bersama Polri, TNI, Imigrasi, Bea Cukai, intelijen serta OPD terkait mengevaluasi kembali tugas Timpora sesuai Perpres 21/2016 serta Undang Undang tentang hal yang mengatur Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sejak diberlakukan ketentuan tersebut, ada 169 negara yang bisa masuk ke Indonesia tanpa visa. Begitu juga dengan kebebasan mempekerjakan tenaga kerja asing.

Namun dalam pelaksanaan, hal yang perlu diantisipasi tersebut adalah turis yang masuk, tapi menjadi tenaga kerja asing di perhotelan maupun perusahaan. Untuk wilayah Bintan, pintu masuk yang perlu diantisipasi tersebut kedatangan turis Tiongkok melalui bandara RHF Tanjungpinang, dari maskapai penerbangan Citylink dan Sriwijaya. Karena, penerbangan ini sifatnya carter, bukan reguler. Jumlah turis yang masuk, harus sama dengan jumlah turis yang kembali ke Tiongkok.

Sementara, dari pengawasan sebelumnya, dari 3.800 turis yang masuk menggunakan pesawat carter itu, hanya 3.600 turis yang kembali dengan pesawat tersebut. Sisanya, menjadi pengawasan.

”Ya, kita tetap waspadai turis Tiongkok yang turun dari RHF itu. Kita sudah cek ke perhotelan, turis jadi pekerja itu tidak ada. Nah, yang 200 turis itu, rupanya ada peningkatan kembali ke Singapura, lewat pelabuhan Tanjunguban dan Tanjungpinang,” kata Sarsaralos Kasi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Tanjunguban, usai rapat Timpora.

”Sampai sekarang, masalah tidak ada dalam pengawasan orang asing. Tapi, kita tetap waspada,” sambung pria yang disapa Alos ini.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menyampaikan, dari pemberlakuan Perpres 21/2016 dan pemberlakuan MEA ini, menurut H Apri Sujadi, ada dampak positif dan negatifnya. Justru itu, selalu waspadai dampak negatif itu. Seperti pekerja asing dari turis Tiongkok atau negara lainnya. Masalah tidak ada. Kalau pekerja asing di perusahaan Galang Batang, sekarang sudah ada KITAS semuanya. Kita tetap waspadai setiap orang asing yang masuk ke Bintan,” tegas H Apri Sujadi didampingi Wabup H Dalmasri Syam dan Sekda Adi Prihantara. (fre/aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here