Timses Santun Itu Tokoh yang Hebat

0
424
Jefri

Oleh: Jefri
Warga Tanjungpinang

Suhu politik pilkada serentak sudah mulai terasa, di mana saat ini dikota Tanjungpinang sudah mulai berterbangan tim sukses dan sudah ada kubu-kubu pasangan calon walikota -wakil walikota.

Pesta demokrasi di nanti-nanti sudah mulai booming di mata masyarakat kota Tanjungpinang. Semua saling menjago kan dan mempertahankan elektabilitas jagoannya yang akan bertarung di pilwako kota Tanjungpinang.

Calon yang akan bertarung merupakan kawan seperjuangan di lima tahun silam, ini membuat suhu politik di kota ini menjadi seru, tambah lagi antusias masyrakat dalam menyambut pesta demokrasi menjadi suasana kota ini menjadi makin hangat.

Di kedai-kedai kopi, dan media sosial maupun media cetak gencar berita tentang kegiatan dan aktivitas pasangan calon yang akan bertarung di Pilwako 2018 ini. Pilwako tanpa timsukses seperti minum kopi tanpa gula. Pilwako tanpa lawan seperti makan nasi tanpa lauk. Persaingan kedua calon di Pilwako Tanjungpiang cukup menarik untuk disimak. Ini head to head antara petahanan. Lis Darmansyah sebagai walikota periode lalu dan lawannya Syahrul adalah wakilnya Lis Darmansyah di perode itu. Tapi sayang, akhir-akhir ini maraknya tim sukses dari calon walikota calon wakil walikota yang saling serang. Niat menjagokan calon yang didukung malah menajdi bomerang karena berdampak negatif bagi masyarakat.

Banyak ulah, kalimat yang dilontarkan tim sukses yang bukan pada tempatnya dan membuat masyarakat awam menjadi tdiak simpati. Tim sukses idealnya menjaga etika dan mengembangkan sikap saling menghargai. Yang ditonjolkan itu mestinya persaudaraan karena kita hanya berbeda pilihan di pilwako. Tim sukses yang hemat tentunya tim sukses yang sangat mengerti psikologis calon pemilih pasangan yang dijagokan.

Saling hujat, saling menceritakan kelemahan harus cepat dihentikan. Jangan sampai berlarut-larut karena masih banyak agenda dan kegiatan lain yang harus dikerjakan ketimbang menciptakan perselisihan yang tdiak aa manfaatnya.

Idealnya, pasangan calon memilih tim sukses dengan cara yang sangat selektif, harus mampu menahan diri, menjaga emosi, kontrol jiwa. Dalam menyampaikan program harus dilakukan dengan cara yang dapat memberikan pendidikan politik, bukan menghujat dan menyerang lawan politiknya.

Mari kita jaga pesta demokrasi ini dengan saling menghargai satu dengan yang lainnya. yang tua menjaga bicara, yang muda menghormati yang tua, agar kita semua bisa menikmati indahnya pesta demokrasi.

Siapa pun yang terpilih, kita harus bisa menerima dengan lapang dada. yang menang itulah pemimpin kita dan yang kalah harus bijak. Suasana di keakraban dimasyarakat harus lebih terbina. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here