Tindakan Aborsi dalam Perfektif Hukum Kesehatan

0
30
Nani Rosnia

Oleh: Nani Rosnia
Mahasiswa, Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UMRAH

Aborsi atau abortus menurut Ilmu Kedokteran adalah tindakan untuk mengakhiri kehamilan dengan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Secara negatifnya aborsi ialah pengguguran kandungan dengan niat kesengajaan karena tidak menginginkan anak yang ada dikandungannya. Sementara kalau menurut Ahli Holmer Aborsi atau Abortus ialah terputusnya kehamilan sebelum minggu ke 16, dimana proses plasentasi belum selesai. Aborsi kalau menurut WHO (World Health Organization) adalah penghentian kehamilan sebelum janin berusia 20 minggu karena secara medis janin tidak bisa bertahan di luar kandungan. Sebaliknya, bila penghentian kehamilan dilakukan saat janin sudah berusia di atas 20 minggu maka hal tersebut adalah infanticide atau pembunuhan janin.

Aborsi/abortus menurut KUHP Aborsi merupakan pengeluaran hasil konsepsi pada setiap stadium perkembangannya sebelum masa kehamilan yang lengkap tercapai (38-40 minggu). Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan (berat kurang dari 500 gram atau kurang dari 20 minggu). Dari segi medikolegal maka istilah abortus, keguguran, dan kelahiran prematur arti yang sama dan menunjukkan pengeluaran janin sebelum usia yang cukup. Menurut agama Islam, aborsi yang sengaja karena hamil di luar nikah maka hukumnya haram karena telah mengambil nyawa. Tindakan Aborsi ilegal sangat bertentangan dengan hukum di Indonesia, dan juga bentuk kejahatan dengan istilah Aborutus Provocatus Criminalis.

Ada beberapa Undang-undang yang mengatur tentang Aborsi/Abortus seperti KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) dan Undang-udang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kasehatan, dalam KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) dijelaskan di beberapa Pasal diantaranya Pasal 341, Pasal 342, Pasal 343, Pasal 346, Pasal 347, Pasal 348, Pasal 349, Pasal 350. Dalam Pasal 346 “Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun “. Dan dalam Pasal 349 disebut; Jika seseorang Dokter, Bidan dan juru obat membantu melakukan kejahatan berdasarkan Pasal 346, ataupun melakukan atau membantu salah satu kejahatan yang diterangkan dalam Pasal 347 dan 348, maka pidan yang ditentukan dalam Pasal itu ditambah sepertiga dan dapat dicanit hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan. Sementara Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan juga mejelaskan tentang aborsi, yaitu dalam Pasal 75 ayat (1),(2), (3), dan ayat (4), dan di dalam Pasal 194 berbunyi “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”. Dalam Pasal 75 ayat (1) menjelaskan tentang larangan untuk Aborsi, sedangkan ayat (2) menjelaskan tentang diperbolehkannya Aborsi, seperti melakukan Aborsi karena diperkosa, dikarenakan kehamilannya dapat mengacam nyawa sang ibu ataupun sang bayi dan harus dengan pesertujuan dari Dokter.

Maka dari penjelasan diatas yang dapat dipidana atau dihukum bukan hanya orang yang melakukan Aborsi saja, tetapi ada beberapa pihal-pihak yang juga dapat dipidana, seperti dokter atau bidan yang menbantu melakukan aborsi dan pihak-pihak lain yang ikut serta atau orang yang menganjurka untuk melakukan aborsi. Selain dapat dipidana juga dapat membahayakan dirinya sendiri, baik secara kesahatan fisik maupun mental. Secara fisik dapat terkena penyakit kanker indung telur, kanker rahim, kanker hati, infeksi bagian rahim bahkan yang paling parah menyebabkan kematian. Sedangkan, secara mental pelaku aborsi tersebut akan depresi atau gangguan psikologis bahkan dapat menyebabkan bunuh diri. Alasan-alasan aborsi yang biasanya terjadi dikarenakan hamil di luar nikah akibat dari pergaulan yang bebas, karena takut kariernya terganggu, karena faktor ekonomi dll.

Aturan hukumnya sudah ada, secara Ilmu Kedokteran juga sudah ada yang menjelaskan bahaya dari aborsi, maka disini juga masyarakat khususnya masyarakat Kota Tanjungpinang dan ditekankan utuk para remaja agar dapat berperan aktif dalam melakuakan upaya “STOP ABORSI”, dengan membaca berita atau menghadri sosialisasi tentang bahaya aborsi dan dengan mencari tahu atau membaca aturan hukum tentang aborsi, karena aborsi salah satu bentuk kejahatan. Aborsi juga merupakan cerminan tindakan yang tidak bermoral dan tindakan asosial. Pemerintah juga sudah menegaskan melalui aturan hukumnya dan para mahasiswa agar dapat mensosialisasikan tentang bahaya aborsi dan aturan Hukum nya. Dengan mensosialisasikan ke sekolah-sekolah atau ke masyarakat umum.

Terjadinya tindakan aborsi juga karena pengaruh budaya-budaya barat dengan pergaulannya yang sangat bebas. Lalu bagaimana cara untuk menghindari dari aborsi jika pergaulan yang bebas masih banyak dilakukan dikalangan remaja? Maka cara untuk menghindari dari tindakan aborsi ialah selalu mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa, berteman dengan orang-orang yang selalu mengajak akan kebaikan, selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, hindari pergaulan yang bebas, dan cintailh budaya Indonesia bukan budaya Barat. So Stop Aborsi! ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here