Tinggi Gelombang di Karimun Capai 1,5 Meter

0
387
Prakirawan Cuaca: Prakirawan cuaca Stasiun BMKG Tanjungpinang, Ardhito menunjukkan pergerakan kecepatan tiupan angin di layar monitornya. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMGK) Tanjungpinang memprediksi, musim angin utara akan berakhir pada pertengahan Maret 2017 ini.

Artinya, tiupan atau tekanan angin akan mulai berkurang dari sebelumnya. Hal ini disampaikan Prakirawan Stasiun BMKG Tanjungpinang, Ardhito kepada Tanjungpinang Pos, Senin (20/2).

Ia menjelaskan, saat ini matahari sudah berada di garis khatulistiwa yang menyebabkan, tekanan udaranya sudah tidak terlalu besar, khususnya antara belahan bumi utara dengan selatan.

Kalau sudah seperti ini, tiupan angin akan kembali normal mencapai 20-25 kilometer per jam.

”Kalau sekarang masih 35 kilometer per jam,” kata Dito.

Artinya, lanjut dia, sampai saat ini masih terbilang musim angin Utara. Karena masih ada perbedaan tekanan, yang disebabkan pemanasan matahari di belahan bumi selatan menuju ekuator.

”Alhamdulillah, gelombang tinggi sudah mulai menurun,” ucap dia.

Gelombang tinggi sudah mulai menurun baru terjadi di perairan laut Natuna dan Anambas. Karena saat ini gelombang tinggi di dua perairan tersebut hanya mencapai 2 meter. Sebelumnya, dua perairan tersebut gelombang tinggi mencapai 5 meter.

Berbeda dengan gelombang tinggi di perairan Tanjungpinang-Batam, yang hanya 0,2-0,8 meter. Sedangkan gelombang tinggi di perairan Bintan, Lingga, dan Karimun bisa mencapai 1,5 meter.

Meski gelombang tinggi sudah melangami penurunan, dia menyebutkan, para nelayan maupun pengguna jasa transportasi laut untuk tetap waspada. Karena setiap saat dan di mana saja, akan ada perubahan cuaca.

”Intinya kita harus tetap waspada. Jangan memaksakan diri ketika melaut,” ujarnya.(dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here