Tingkat Hunian Sepi, Hotel Goodway Tutup

0
242
HOTEL Goodway di Nagoya Batam. Hotel ini dinyatakan telah tutup, 70 karyawan dirumahkan. f-net

BATAM – Satu hotel berbintang tiga di Batam yakni Hotel Goodway di Nagoya, berhenti beroperasi. Sebanyak 70 karyawan terakhirnya dirumahkan sebagai imbas kebijakan penutupan operasional hotel itu.

Secara resmi, hotel itu disebutkan sudah tidak beroperasi lagi, sejak 21 Agustus 2018. Sementara laporan penghentian pengoperasioan diterima Dinas Tenaga Kerja, 28 Agustus 2018.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Rudi Sakyakirti, Rabu (5/9) di Batam mengungkapkan, perusahaan memutuskan tidak beroperasional dikarenakan kalahnya daya saing dengan hotel-hotel lainnya.

”Laporannya sudah masuk sama kita, mereka tidak beroperasi lagi. 70 karyawan yang terimbas dari penutupan hotel,” kata Rudi.

Diakuinya, saat ini di Batam sedang tumbuh hotel-hotel atau penginapan dengan konsep yang berbeda. Setiap pengelola berinovasi menghadirkan konsep yang unik dan menawarkan kemudahan bagi wisatawan. Dengan demikian, setiap hunian harus siap dengan inovasi untuk bisa bersaing.

”Jadi menurut saya, hotel ini kalah saing sama hotel yang ada saat ini. Jadi tamu sepi sejak beberapa bulan lalu. Makanya mereka memutuskan untuk berhenti beroperasi,” jelas Rudi.

Diakui, karyawan yang sebelumnya bekerja di sana, dirumahkan. Sementara untuk hak dan kewajiban antar pekerja dan pemilik hotel sudah ada kata kesepakatan bersama.

”Sudah ada kesepakatan dengan karyawan dan perusahaan tidak ada masalah. Semua diselesaikan, minggu-minggu ini sudah dibayarkan semua haknya karyawan. 70 orang itu semua karyawan lama atau permanen,” sambungnya.

Demikian, diakui kemungkinan hotel akan berganti manajemen atau ganti nama, seperti Hotel Novotel. Kemudian dengan nama hotel dan manajemen baru, kembali aktif lagi namun mengganti nama hotel baru.

Rudi menyebutkan selama tahun 2018 ini hotel yang melapor tutup beroperasi baru ada satu ini.

”Jadi mungkin bisa aktif kembali dengan ganti nama hingga konsep penginapan mereka. Mudah-mudahan benar dan mereka bisa merekrut pencari kerja kembali. Agar terbuka lowongan kerja,” harap dia.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM) PTSP Batam, Gustian Riau mengatakan, hotel itu memang dalam kondisi pendapatan yang rendah, hal ini karena okupansi di bawah 15 persen.

”Secara teknis mereka sudah laporkan, memang tutup. Tingkat huniannya sepi,” kata Gustian.

Demikian, pemodal lain akan kembali membangun hunian di eks Goodway dari Jakarta. Investor dari Jakarta itu disebut, akan membangun hotel itu dan diharapkan bisa bergairah lagi. Sehingga memberikan sumbangsih bagi pembangunan Batam.

”Modalnya dialihkan ke pengusaha lain, investor Jakarta. Artinya sudah ada pengusaha yang membangun usaha serupa,” harap Gustian.

Disebutkannya, tutupnya hotel itu, tidak bisa dijadikan dasar untuk menentukan jika kunjungan wisman turun. Alasannya, banyak wisman yang berkunjung ke Batam, tidak menginap. Ke depan, pihaknya akan membicarakan dengan travel di Batam, akan ikut mendorong tingkat hunian di Batam naik.

”Karena banyak kunjungan wisatawan melalui travel tidak nginap, saat ke Batam. Nanti akan kita bicarakan jalan keluar agar okupansi hotel meningkat,” imbuhnya mengakhiri. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here