Tingkatkan PAD, Pemko Terapkan Pajak Online

0
155
Walikota H Syahrul (dua dari kanan) saat meneken kerjasama penerapan pajak online dengan Bank Riau Kepri di Batam. f-istimewa

Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, melakukan penandatanaganan perjanjian kerjasama tentang pemanfaatan sistem monitoring pajak daring atau online bersama Bank Riau Kepri.

TANJUNGPINANG – Tak hanya pemko dan empat provinsi lainnya wilayah Regional Sumatra melakukan monitoring pajak online yang berlangsung di Hotel Planet Holiday Batam, Rabu (28/11).

Syahrul mengatakan salah satu untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak restoran dan hotel dengan penerapan pajak daring atau online.

Kata dia, penandatanganan perjanjian kerjasama ini merupakan rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar para kepala daerah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau agar dapat mengejar dan memacu pajak daerah, dengan menerapkan sistem pajak online.

Tujuanya, untuk mencegah penyimpangan dan kebocoran pajak.

”Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya tindakan yang menyimpang dan memberikan kesempatan para kepala daerah untuk mengejar penerimaan pajak daerah dari para pelaku usaha wajib pajak, maka dari itu kegiatan ini diselenggarakan,” jelas Syahrul.

Kegiatan ini juga diikuti oleh 4 daerah lain, diantarnya adalah Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau yang ada di Regional Sumatra.

Dengan adanya kegiatan MoU tersebut, Syahrul berharap dan mengimbau kepada masyarakat Kota Tanjungpinang untuk benar-benar taat pajak. Karena dengan pajak pembangunan di Kota Tanjungpinang dapat terus dilakukan.

”Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang khususnya para pelaku usaha wajib pajak untuk dapat taat membayar pajak. Karena dari pajak itu kita dapat bersama-sama membangun Kota Tanjungpinang tercinta,” ungkapnya.

Maka, Syahrul mengharapkan agar masyarakat tidak ada yang merasa keberatan dalam membayar pajak. Pemerintah juga akan memasang tapping box di restoran dan hotel.

”Karena pajak merupakan sebuah kewajiban bagi wajib pajak, ke depan juga kita akan mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak terjadi masalah untuk pajak tersebut,” tutup Syahrul.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, mengatakan Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi yang 96 persen, terdiri dari lautan. Jika ingin menikmati hasil laut yang segar banyak kita dapati di Provinsi Kepulauan Riau ini.

”Banyak hasil laut yang dapat kita nikmati teurtama di restoran makanan laut. Pajak rumah makan dan restoran sangat tepat sekali untuk membantu daerah dalam pemungutan pajak dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya. (ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here