Tingkatkan Perekonomian Perlu Gandeng Bintan

0
224
SEJAK diresmikan, kios di Pasar baru masih sepi pengunjung. Bahkan banyak kios yang masih tutup. F-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pertumbuhan ekonomi kini sedang melemah. Hal itu dapat dilihat dari daya beli masyarakat yang semakin menurun. Banyak toko-toko yang mengaku jarang didatangi konsumen, bahkan dalam sehari terkadang tidak ada pembeli sama sekali.

Aduan ini sudah sering diterima anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Fengky Fensito mengingat, kawasan Kota Lama merupakan konstituennya, yang artinya banyak masyarakat tersebut dikenalnya.

”Sedih juga kalau para pedagang mengatakan sampai tak menjual apa-apa dalam sehari. Bahkan, toko lebih cepat tutup dari hari biasanya. Ini realita kondisi perekonomian di tengah masyarakat sekarang,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Menurutnya, jangankan untuk berbelanja kebutuhan skunder atau barang-barang pendukung, untuk membeli kebutuhan pokok saja kalau dapat terpenuhi sudah bersyukur.

Jika mengharapkan perputaran uang bersumber dari tengah masyarakat kini memang sulit. Harus ada strategi yang dilakukan Pemko mengatasi persoalan ini.

Salah satu solusi jangka pendek yaitu mengandalkan kunjungan pariwisata mancanegara maupun nusantara. Bukan, wisatawan Tanjungpinang saja melainkan juga mengaet wisatawan yang datang ke Bintan agar juga mengunjungi objek wisata di Tanjungpinang.

Jika hanya mengandalkan jumlah kunjungan wisatwan ke Tanjungpinang itu masih terbilang sedikit. Untuk itu perlu mendongkrak kunjungan wisatawan, mesti melakukan kerja sama mengandeng travel dan tour dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan.

Jumlah kunjungan wisatawan ke Bintan sudah lebih dari 400 ribu setiap tahunnya. Jika dirata-rtakannya ada sektar 33 ribuan wisatawan yang datang ke Bintan setiap bulannya. Atau sekitar 1.000 orang lebih setiap harinya.

”Bayangkan jika setengah dari jumlah pengunjung tersebut datang ke Tanjungpinang. Tidak usah banyak sekitar 500 orang saja di antar ke untuk berbelanja. Ada berapa uang yang berputar di tengah masyarakat setiap harinya. Pasti setiap pengujung tersebut minimal berbelanja souvenir, makanan, minuman bahkan pakaian. Ini menguntung bagi masyarakat Tanjungpinang,” ucapnya.

Untuk itu, perlu melakukan kerja sama dengan Tour and Travel yang di Bintan agar dapat mengajak wisatawan ke Tanjungpinang.

Diyakininya, jika setengah dari pengunjung saja dapat diturunkan ke Tanjungpinang untuk berbelanja setiap minggunya, maka perputaran uang di Tanjungpinang juga akan mengeliat.

”Maunya setiap harinya atau pekan ada beberapa bus wisatawan dari Bintan yang juga diajak berbelanja ke Tanjungpinang. Sambil menceritakan beberapa sejarah Tanjungpinang yang tersohor yaitu Pulau Penyengat dan lainnya. Saya yakin wisatawan juga akan mau. Sekali jalan dua pulau dilewati. Ini perlu dirancang dan kita harus kreatif,” ungkapnya.

Dituturkannya, pelemahan ekonomi bukan kemauan Pemko melainkan imbas dari perekonomian nasional. Mencermati kondisi perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu yang merupakan bagian dari putaran pusaran ekonomi dunia.

”Jadi daerah harus memiliki strategi minimal untuk jangka pendek. Jangan sampai ikut terpuruk hingga perlu strategi minimal jangka pendek yang langsung bisa aksi,” ungkapnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here