Tingkatkan Perekonomian Perlu Gandeng Bintan

0
499
MENGECEK: Staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengecek kios di Pasar Baru II Tanjungpinang belum ditempati pedagang. f-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Pertumbuhan ekonomi kini sedang melemah. Hal itu dapat dilihat dari daya beli masyarakat yang semakin menurun. Banyak toko-toko yang mengaku jarang didatangi konsumen, bahkan dalam sehari terkadang tidak ada pembeli sama sekali.

Aduan ini sudah sering diterima anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Fengky Fensito, apalagi kawasan Kota Lama merupakan konstituennya. Artinya banyak masyarakat tersebut yang dikenalnya.

”Sedih juga kalau para pedagang mengatakan sampai tak ada yang laku dalam sehari. Bahkan, toko lebih cepat tutup dari hari biasanya. Ini realita kondisi perekonomian di tengah masyarakat sekarang,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Menurutnya, jangankan untuk berbelanja kebutuhan skunder atau barang-barang pendukung, untuk membeli kebutuhan pokok saja bila dapat terpenuhi sudah bersyukur.

Jika mengharapkan perputaran uang bersumber dari tengah masyarakat kini memang sulit. Harus ada strategi yang dilakukan Pemko mengatasi persoalan ini.

Salah satu solusi jangka pendek yaitu mengandalkan kunjungan pariwisata mancanegara maupun nusantara. Bukan hanya menjual wisata Tanjungpinang saja melainkan bekerja sama dengan Bintan. Cara sederhananya, di Bintan jual alamnya, di Tanjungpinang memberikan pasar belanja oleh-oleh serta lainnya.

Jika hanya mengandalkan jumlah kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang itu masih terbilang sedikit. Untuk itu perlu mendongkrak dengan melakukan kerja sama mengandeng travel dan tour dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan.

Jumlah kunjungan wisatawan ke Bintan sudah lebih dari 400 ribu setiap tahunnya. Jika dirata-ratakannya ada sektar 33 ribuan wisatawan yang datang ke Bintan setiap bulannya. Atau sekitar 1.000 orang lebih setiap harinya.

”Bayangkan jika setengah dari jumlah pengunjung tersebut datang ke Tanjungpinang. Tidak usah banyak sekitar 500 orang saja di antar berbelanja. Ada berapa uang yang berputar di tengah masyarakat setiap harinya. Pasti setiap pengujung tersebut minimal berbelanja suvenir, makanan, minuman bahkan pakaian. Ini menguntung bagi masyarakat Tanjungpinang,” ucapnya.

Untuk itu, perlu melakukan kerja sama agar wisatawan Bintan juga ke Tanjungpinang. Diyakininya, jika setengah dari pengunjung saja dapat diturunkan ke Tanjungpinang untuk berbelanja, maka perputaran uang di Tanjungpinang juga akan mengeliat.

Minimal setiap harinya atau pekan ada beberapa bus wisatawan dari Bintan yang juga diajak berbelanja ke Tanjungpinang. Sambil menceritakan beberapa sejarah Tanjungpinang yang tersohor yaitu Pulau Penyengat dan lainnya. Saya yakin wisatawan juga akan mau. Sekali jalan dua pulau dilewati.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here