Tinjau PPDB, TJA Sebut Ruang Kelas Minim

0
699
KETUA Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara memberi motivasi di depan calon siswa SMKN 5 Senggarang, kemarin. f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara (TJA) menegaskan, ke depannya penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) harus prioritas dibangun. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari sekolah-sekolah saat peninjauan Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB), Kamis (5/7), pihak sekolah banyak yang mengeluhkan daya tampung terbatas karena kekurangan ruang belajar.

Apalagi saat ini, SMA/SMK di Kepri sudah menerapkan One Day School. Tidak ada lagi sekolah masuk dua shift, sehingga butuh ruang belajar tambahan. Saat meninjau PPDB di SMAN 1 Tanjungpinang, jumlah yang mendaftar ke sekolah itu 800-an orang. Sementara yang diterima nanti sangat terbatas. Sehingga sangat banyak sisa yang dipastikan tidak bisa diterima di sekolah tersebut.

Pukul 09.30 kemarin, TJA bersama rombongan mengunjungi beberapa sekolah. Saat itu TJA didampingi Juritno salah satu pejabat dari Dinas Pendidikan Pemprov Kepri dan staf lainnya. Politisi Partai Golkar daerah pemilihan (Dapil) Kota Tanjungpinang ini meninjau PPDB di SMAN 1 Tanjungpinang, SMKN 1 Tanjungpinang dan SMKN 5 Tanjungpinang.

TJA ingin mengetahui kondisi sebenarnya di sekolah sejak PPDB online diterapkan di seluruh SMA/SMK di Tanjungpinang mulai tahun ini dan dijadikan percontohan (pilot project).

Untuk itu, satu per satu sekolah yang melayani proses pendaftaran online didatangi TJA. SMKN 1 Tanjungpinang misalnya. Di sana TJA melihat langsung proses, pendaftaran online yang dilakukan oleh beberapa petugas yang disiapkan panitia.

Di sana TJA melihat langsung tim PPDB yang terlihat tengah mendata nama-nama peserta didik melalui website resmi secara online. Tak sampai berlangsung lama, TJA bersama rombongan mengunjungi proses PPDB di SMAN 1 Tanjungpinang di kawasan jalan Kampung Baru, Tanjungpinang.

Di sana, TJA disambut hangat Kepala SMAN 1 Imam Syafii. Teddy baru siap peninjauan di SMKN 1 langsung menuju ke aula serbaguna SMAN 1. Tempat yang digunakan untuk proses PPDB. ”Di sini pak, yang mendaftar secara online saja udah 800 orang, pengumumannya nanti tanggal 10 Juli,” terang Imam.

Menurut Imam, pada kenyataannya, proses pendaftaran online di sekolah yang dia pimpin tak mengalami kendala. Hanya saja, pihaknya mengaku dengan berat hati tidak bisa menerima sepenuhnya pelajar yang sementara ini mendaftar di sekolahnya. ”Karena keterbatasan ruang belajar,” terangnya.

Tak hanya menampung berbagai kendala mendasar di beberapa sekolah yang dinilai banyak peminat itu, TJA melanjutkan sidak ke SMKN 5 Tanjungpinang yang berada di Kampung Madong, Senggarang.

Di sana, TJA juga langsung disambut rombongan Kepsek SMKN 5 tersebut. SMKN 5 Tanjungpinang merupakan sekolah baru yang kondisinya sangat memprihatinkan. Sementara peminatnya sangat membeludak.

Teddy melihat animo pelajar dari berbagai daerah bahkan ada dari luar Provinsi Kepri yang berniat mendaftar. ”Jumlahnya banyak tapi sayang memprihatinkan,” terangnya.

TJA menyarankan, bahwa proses PPDB di Tanjungpinang melalui sistem online baru tahun ini dilakukan. Hanya saja saat melihat kondisi di lapangan, TJA tak banyak menemukan kekurangan. Yang dia risaukan adalah minimnya ruang belajar. ”Memang yang kita butuhkan ke depan, penambahan ruang kelas baru. Sehingga sekolah bisa menambah rombongan belajar (rombel),” jelas Teddy Jun Askara. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here