Tinju Kepri Loloskan 7 Petinju ke PON Papua

0
592
Shany Marcelia Prastica Pardede (Kelas 64 kg Putri) (tengah) bersama pelatih Rionando Butar-Butar (kiri) dan kepala pelatih Erzon.

TANJUNGPINANG – Atlet tinju Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang turun di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Bengkulu terus berjaya. Dari 13 atlet tinju yang diturunkan, mampu merebut 10 medali.

Ada tujuh petinju, baik putra dan putri dinyatakan lolos PON Papua tahun 2020 mendatang. Yakni, Karmelia saluluni (Kelas Pin 45 kg putri), Shanny Marcelia Prastica Pardede (Kelas Welter Ringan 64 kg Putri), Ransiskus Fredy Simamora (Kelas pin 46 kg Putra), Jhonatan siagian (Kelas Welter Ringan 64 Kg Putra), Jannes Siregar (Kelas Menangag 75 kg putra), Rido Sesarius Butar Butar (Kelas Berat Ringan 81 kg putra) dan Sandyarto Deno Feroja (Kelas Berat 91 Kg).

Pelatih tinju Kepri Rio Nando Butar-Butar, mantan peraih perak SEA Games, mengatakan masih ada beberapa petinju Kepri yang masih berlaga di Porwil. Yakni, Shanny Marselia Prastica Pardede menang angka vs Heni Lestari dari Bangka Belitung. Fransiskus Fredy menang angka vs Sopandi (Babel) Jhonatan Siagian menang angka vs Tresno Raharjo (Sumbar).

”Petinju kita termuda dalam Porwil masih Kelas 2 SMAN 4 Batam. Shany Marcelia Prastica Pardede untuk ukuran lolos PON, seorang pelajar, sangat langka,” ujar Rio.

Kata dia, yang sudah membesarkan nama Kepri ditingkat nasional bahkan dunia, saat turun di SEA Games, meraih medali perak saat itu menjelaskan kalau Shany mengikuti jejak seniornya terdahulu, Sandyarto Deno Feroja, yang juga pernah bersekolah di SMAN 4 Batam. Sandyarto Deno Feroja pernah menjadi atlet tinju handal di tanah air.

Rio juga mengaku berkat kerja keras kepala pelatih Erzon dan dirinya, membiaya sendiri training centre bagi 13 atlet tinju, sudah memberikan hasil maksimal, mampu meraih 10 medali dan meloloskan tujuh atlet ke PON.

”Terkait target kami, awalnya hanya yang penting lolos PON dan masuk final saja, tapi melihat kondisi perolehan klasmen medali keseluruhan cabor, maka kami jadi push petinju untuk bisa tampil maksimal,” ujarnya.

Begitu juga bagi tujuh petinju yang lolos, baik yang berpeluang dan tidak, kita minta tampil maksimal. Dan, hasilnya maksimal.

Dengan 13 atlet yang di turunkan di Porwil, Tinju bisa raih 10 medali, hampir sama dengan perolehan Sumatera Utara (Sumut) merupakan lumbung atlet tinju prestasi di Sumatera damn dan tuan rumah Bengku yang full timm pada Porwil menurunkan 17 atlet tinju. ”Masih panjang perjuangan atlet kami. Di PON Papua 2020, persaingan semakin ketat,” ujarnya.

Ia berharap, sebelum turun di PON Papua mendatang, tujuh atlet tinju yang lolos PON, harus mengikuti training centre (TC) lagi agar hasilnya maksimal di multi event empat tahun mendatang.

”Kita minta doa dari masyarakat Kepri, supaya tujuh atlet lolos PON, bisa berjaya. PON kali ini Kepri meloloskan lebih banyak petinju dibandingkan PON Jawa Barat 2016 lalu, hanya meloloskan lima petinju saja,” ujarnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here