Tiongkok Diminta Buka Konsulat di Batam

0
139
Syamsul Bahrum

BATAM – Pemerintah Provinsi Kepri, berharap agar Tiongkok membuka konsulat di Batam. Hal ini untuk memudahkan pengurusan dokumen, karena investor Tiongkok di Batam sudah meningkat.

Demikian dengan wisatawan Tiongkok ke Batam juga terus meningkat. Terutama yang mendatangi Tanjungpinang, melalui penerbangan langsung.

Harapan itu disampaikan Asisten Ekonomi Pembangunan Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum, saat peringatan HUT Kemerdekaan Cina, Jumat (21/9) malam di Batam.

Peringatan kemerdekaan itu digelar Konsulat Cina di Medan. Sebelumnya, seteru dagang Cina saat ini, Amerika Serikat juga menggelar HUT Kemerdekaan di Batam, melalui Konsulat di Medan.

”Usulan, kalau bisa Konjen Tiongkok di Medan bisa pindah ke Batam. Atau minimal ada konsulat di Batam. Sehingga urusan bisa cepat diselesaikan,” kata Syamsul.

Disebutkannya, investasi Tiongkok akan semakin besar di Kepri. Termasuk di dalamnya, rencana pengembangan pelabuhan kontainer terbesar di Tanjung Sauh, bersama investor Tiongkok.

Disebutkan Syamsul, Kepri sedang giat melakukan pembangunan dan investor Tiongkok ikut serta di dalamnya. Kepri sendiri juga sudah disepakati untuk menjadi poros maritim.

”Karena itu, penguatan infrastruktur maritim terus dilakukan. Di Tanjung Sauh, lahan sekitar 300 hektare sudah siap dibangun. Status akan ditetapkan KEK,” bebernya.

Sektor pariwisata saat ini terbesar kedua ke Indonesia. Sehingga semakin signifikan datang ke Kepri. ”Penerbangan langsung untuk wisatawan dari Senzen ke Batam juga sudah jalan. Demikian dari Chingchi dan Guangzhou ke Tanjungpinang. Wisatawan belanja di pelantar di Tanjungpinang,” beber Syamsul.

Sementara Konjen Tiongkok di Medan, Sun Ang membuka peluang dukungan negaranya untuk pembangunan di Kepri. Tiongkok dalam 40 tahun reformasi dan keterbukaan, Tiongkok baru, telah membuat pencapaian luar biasa dalam pembangunan dan telah mengalami perubahan.

”Tiongkok telah menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia, negara industri terbesar, negara perdagangan kargo terbesar, dan negara cadangan devisa terbesar,” katanya.

Disebutkannya, tahun ini merupakan ulang tahun kelima inisiatif satu sabuk satu jalur. Dimana, lima tahun lalu, Presiden Xi Jinping mengusulkan untuk bersama-sama membangun jalur sutra ekonomi dan jalur sutra maritim abad ke-21 di Kazakhstan dan Indonesia.

”Sejak itu, inisiatif satu Sabuk Satu Jalur telah memasuki visi dunia dan secara bertahap memicu resonansi global,” katanya.

Dalam lima tahun terakhir, Tiongkok telah menandatangani dokumen kerja sama dengan lebih dari 80 negara dan organisasi, telah membentuk 82 zona kerja sama ekonomi dan perdagangan luar negeri di 24 negara di sepanjang rute Satu Sabuk Satu Jalur.

”Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam berada di garis depan dalam melakukan pertukaran dan kerja sama dengan Tiongkok, dan banyak perusahaan Tiongkok yang berada di Indonesia telah berkembang,” bebernya.

Disebutkannya, Kepri memiliki sumber daya energi, sumber daya manusia, dan lokasi yang baik. Sehingga dapat memainkan peran pemimpin aktif dalam upaya merengkuh strategi pembangunan kedua negara dan mendorong kerja sama pragmatis.

”Kami akan terus mendukung dan mendorong perusahaan-perusahaan yang kuat untuk berinvestasi di Kepulauan Riau dan Batam. Mendorong wisatawan Tiongkok untuk melakukan perjalanan ke Kepri,” imbuhnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here