TJA Pastikan Pasien BPJS Dilayani di RSUD Tanjunguban

0
453
KETUA Komisi IV DPRD Kepri TJA (dua dari kanan) berbincang dengan pasien saat sidak di RSUD Tanjunguban Kabupaten Bintan, Kamis (21/2). f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGUBAN – Rombongan Komisi IV Bidang Kesejahteraan Masyarakat DPRD Kepri menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjunguban yang merupakan milik Pemprov Kepri.

Sidak ini sengaja digelar karena banyak keluhan warga bahwa rumah sakit itu tidak lagi melayani pasien BPJS Kesehatan. Saat Sidak itu, diketahui bahwa pasien BPJS Kesehatan sudah dilayani kembali.

Sidak pagi itu langsung dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara (TJA). Ikut saat sidak itu anggota Komisi IV Hanafi Ekra dan Asnah. Saat tiba di lobi rumah sakit, TJA langsung bergegas menuju ruang lobi utama. Sampai di sana, ia melihat pasien yang mengantre sudah mengular.

Baca Juga :  Usai Dilantik Berkoordinasi dengan Kepala OPD

Diantaranya ada yang antre hendak mengambil obat-obatan. Mereka menunggu dipanggil petugas karena kebanyakan ada yang berobat dan harus rawat inap.

Teddy pun tidak hanya tinggal diam, dirinya mendatangi beberapa pasien yang terlihat sudah mengular mengantre obat di ruang utama rumah sakit.

Politikus Partai Golkar Kepri itu menanyakan beberapa pasien yang sengaja menggunakan kartu BPJS Kesehatan dan menampung apa pun keluhan yang selama ini pihak rumah sakit lakukan.

Namun, beberapa pasien yang dia datangi, menyampaikan bahwa memang benar sebelumnya pasien BPJS Kesehatan tidak dapat berobat di RSUD Tanjunguban ini.

Namun tak berlangsung lama. Selanjutnya pihak rumah sakit kembali menerima pasien BPJS setelah mereka kembali melakukan kerja sama ulang dengan pihak BPJS Kesehatan.

Baca Juga :  Banyak Tak Lolos Administrasi CPNS

”Jadi kita pastikan, berobat di Rumah Sakit Tanjunguban, pasien layanan BPJS Kesehatan sudah dilayani. Tidak ada masalah,” tegasnya.

TJA menyampaikan, sebelumnya ada laporan dari masyarakat bahwa BPJS Kesehatan tidak bisa berobat ke dokter spesialis di rumah sakit tersebut karena dokter spesialis tidak memiliki STR (Surat Tanda Registrasi).

Namun setelah dia kunjungi, layanan tersebut sudah tidak lagi bermasalah. Pasien yang ingin berobat ke dokter spesialis sudah dilayani karena pihak rumah sakit sudah selesai kerja sama dengan pihak BPJS.

Bahkan saat pihaknya turun di RS tersebut, TJA tidak banyak menemukan kejanggalan, termasuk dokter sampai dengan fasilitas rumah sakit yang cukup efektif. ”Tinggal pelayanan saja menurut kami harus lebih intensif,” saran TJA.

Baca Juga :  Kemenpar RI Promosikan Secara Nasional

Kemudian saat sidak kemarin, TJA menemukan ada tiga unit mesin khusus untuk pasien cuci darah. Sistem pengobatannya pun harus sistem Kerja Sama Operasi (KSO), karena mesin itu mahal dan pemeliharaannya cukup mahal.

”Mesin ini yang membayarnya pihak BPJS. Pihak rumah sakit hanya menggunakan untuk pasien yang datang berobat,” sebut TJA. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here