TMMD Ajari Warga Cara Mengantisipasi Bencana

0
140
Siswa dari brbarapa sekolah saat mendapat pembekalan penanggungan bencana alam dari narasumber yang dihadirkan Satgas TMMD Karimun, Senin (22/7).

KARIMUN – Selain membangun proyek fisik, Satgas TMMD 105 Kodim 0317/TBK terus memberi edukasi ke warga Desa Pongkar Karimun.
Pada Senin (22/7) Satgas TMMD mengajarkan warga untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya bencana (migitasi) dengan menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Karimun.

Pesertanya adalah pelajar dari ebrbagai sekolah di wilayah Pongkar.
Menurut Pasiter Kodim 0317/TBK, Lettu Tatang Tatang, sedukasi kepada warga tentang mencegah datangnya bencana mesti disampaikan sejak dini. pasalnya, tanpa diantisipasi, bencana alam akan lebih mudah datang. Salah satu cara menghindari bencana adalah dengan menjaga hutan dan melakukan penghijauan di lingkungan.

Menurutnya, bencana alam bisa berupa banjir, angin kencang, angin puting beliung, kebakaran hutan dan berbagai hal lain yang mesti diwaspadai dan diantisipasi.

“Sosialisasi mitigasi bencana ini upaya mengurangi risiko bencana alam yang berpeluang terjadi dimana saja. Ada ebrbagaic ara yang diajarkan termasuk cara menyalamatkan diri dan mengevalkuasi saat darurat,” sebut Tatang.

Sehari setelah menggelar sosialisasi migitasi bencana, Satgas TMMD melanjutkan agenda penyuluhan pentingnya menjaga kelestarian hutan dengan menghadirkan pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Karimun.

Peserta penyuluhan ini adalah masyarakat dan Babinsanya. “Kegiatan penyuluhan ini kita selaraskan dengan salah satunya program Perhutanan Sosial yang mrupakan program nasional yang bertujuan melakukan pemerataan melalui tiga pilar, yaitu: lahan, kesempatan usaha dan sumberdaya manusia.

Warga mendengarkan penjelasan tentang manfaat hutan produksi, Selasa (23/7/2019).

“Lingkungan hidup dan kehutanan bisa menjadi suatu yang sangat berguna bagi masyarakat karena pengelolaan kawasan hutan diberikan kepada lembaga desa untuk kesejahteraan desa. Pemanfaatan utamanya untuk memberdayakan masyarakat setempat. Contoh, hutan tanaman pada hutan produksi bisa meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan,’ terangnya. (jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here